Iseng-Iseng Dewasa

Posted on Updated on

Karya: Deri Hudaya

Hari sudah malam. Meja sudah malam.

Kursi sudah malam. Pintu. Jendela. Pistol mainanku.

Sudah malam.

Ayah sudah tidur. Pulas dengan suara dengkur
yang terdengar dahsyat. “Ade, jangan coba-coba mengganggu
ayah, ya,“ bisik ibu. “Dalam mimpinya, ayah
pasti lagi bertempur.”

Pikiranku, saat itu belum mau mengerti.
Apakah ayah sedang bertempur melawan batuknya,
atau kesengsaraannya yang juga ikut kami rasakan,
ataukah melawan hantu yang konon biasa gentayangan
mengganggu manusia pada malam Jum’at (persis malam itu).

Dan tak habis pikir. Ibu tak mengijinkan aku membantu ayah.
“Ade tidur sanah. Biar, biar ibu yang membantu ayah.”
Lalu ibu masuk kamar membawa pistol mainanku.
Masuk ke selimut. Lalu, barangkali, ibu berhasil masuk
ke dalam mimpi (atau medan pertempuran).

Astaga, pertempuran orang dewasa tak seperti apa
yang bisa dibayangkan anak-anak. Saat aku kemudian iseng
mengintip mimpi dari celah pintu kamar mereka,
ayah malah tampak menghajar ibu, kadang
ibu berbalik unggul menghajar ayah.

Sejak saat itu, hidupku berubah.
Aku merasa jauh lebih dewasa dari sebelumnya.

2014.

Mobil Perpustakaan Keliling Nangkring di Komunitas Ngejah

Posted on

perpus kelilingMeskipun harus menempuh jarak  sekitar 60 km lebih dari pusat kota,  dengan waktu tempuh sekitar 2,5  jam, hal ini tidak menyurutkan tim Bapusida Kabupaten Garut yang dipimpin Ibu Ela selaku sekretaris dengan membawa mobil perpustakaan kelilingnya untuk datang menjambangi Saung Komunitas Ngejah yang berlokasi di Kampung Sukawangi Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya.

Sekitar 3,5 jam  mobil perpustakaan keliling tersebut nangkring di halaman Saung Komunitas Ngejah. Tentu saja ini  memberi warna baru serta suntikan motivasiuntuk anak-anak yang sudah biasa berkunjung ke saung agar lebih termotivasi untuk gemar membaca.  Selain itu, koleksi buku yang ditawarkan kepada mereka merupakan buku baru yang belum dimiliki oleh Komunitas Ngejah, hal ini  membuat antusias anak-anak semakin mengebu-gebu untuk segera melahap buku tersebut.

iwan memilih buku

Namun mungkin belum familiar, sebagian besar dari mereka belum berani untuk masuk dengan memilih buku yang ada dalam mobil. Tapi ada juga beberapa orang diantaranya, tanpa pikir panjang sesaat setelah pintu mobil keliling tersebut di buka oleh petugasnya, mereka langsung memilih buku yang akan mereka baca.

Pemandangan seperti hari ini (Selasa,26/08/2014) tentunya memberi kesempatan kepada anak-anak khususnya dan masyarakat umumnya agar mengetahui bahwa pemerintah juga memiliki program peningkatan minat baca, salah satunya melalui layanan mobil perpustakaan keliling. Hal ini sangat disyukuri oleh pengurus Komunitas Ngejah, karena dengan kehadiran mobil perpustakaan keliling ini terbit harapan  akan meningkatnya pemahaman pada diri masyarakat bahwa membaca itu adalah program pemerintah, oleh sebab itu timbul kesadaran  pada diri masyarakat bahwa membaca itu penting.

diskusi dengan tamu dari bapusida garut

Tidak hanya itu, sebagai bentuk apresiasi  dan dukungan Perpusda Kabupaten Garut kepada gerakan yang dilakukan oleh Komunitas Ngejah, melalui diskusi santai terungkap bahwa beberapa buku yang dipilih oleh para pengurus Komunitas Ngejah boleh dipinjam dalam beberapa minggu atau bulan. Menurut Kabid Pelayanan Bapupsida yang juga ikut dalam rombongan, buku tersebut dipinjamkan dan akan ditukar dengan buku-buku baru setelah pengurus Komunitas Ngejah mengajukannya. Kang opik selaku nahkoda dari komunitas ngejah, menyambut gembira adanya dukungan dari pihak Bapusida Kabupaten Garut. Ia berharap akan terciptanya kerjasama yang lebih erat antara komunitas Ngejah dan Bapupsida serta pihak-pihak lainnya, guna meningkatkan budaya baca di Kecamatan Singajaya dan sekitarnya.***

 

Penulis:

Iwan Ridwan (Pengurus Komunitas Ngejah)

HUT RI KE-69 DI DESA SUKAWANGI

Posted on

JAMPANA DI ISI HASIL BUMI
JAMPANA DI ISI HASIL BUMI

 

Merupakan sebuah kebanggan tersendiri untuk seluruh warga Desa Sukawangi, pasalnya Agustus tahun ini, dari sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Singajaya, Desa Sukawangi terpilih menjadi tuan rumah untuk kegiatan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta untuk yang ke 69. Serangkaian kegiatan di laksanakan di lapangan sepakbola Nadiawangi Kampung Genjreng. Mulai dari upacara, main rebutan atau panjat pinang, aneka lomba dan kreasi seni daerah setempat. Upacara yang dilaksanakan pada hari minggu,17 agutus 2014 berlangsung sangat hidmat. Peserta upacara tidak hanya berasal dari pegawai negeri sipil, polisi, tentara, dan tokoh masyarakat, akan tetapi banyak juga yang berasal dari warga seekitar.  

Pak Mahdi Veteran Sukawangi
Pak Mahdi Veteran Sukawangi

Menurut Pak Mahdi salahseorang veteran yang sengaja hadir untuk turut serta memperingati HUT RI, kemeriahan peringatan kemerdekaan adalah salahsatu indikator yang menunjukan bahwa masyarakat menghargai jasa para pejuang. Selepas mengikuti kegiatan upacara, tim Komunitas Ngejah sengaja meminta waktu kepada beliau, untuk melakukan wawancara. Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa anak muda harus bertanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pejuang kemerdekaan yakni dengan mengisinya dengan berbagai kegiatan positif, menjauhi hal-hal yang akan merusak citra bangsa serta terus berusaha mengangkat bangsa ini hingga sejajar dengan bangsa-bangsa maju. Enjang Juanda, selaku camat Singajaya mengatakan bahwa peringatan HUT RI tahun 2014 sengaja dibuat berbeda dengan tahun-tahunsebelumnyanya. “Kegiatan peringatan HUT RI tahun ini kami konsep lebih meriah. Selain ada upacara, beberapa kesenian dari setiap desa yang berada di wilayah Singajaya sengaja ditampilkan.

MASYARAKAT PADA PERINGATAN HUT RI
MASYARAKAT PADA PERINGATAN HUT RI

Tentunya  ini memiliki tujuan tersendiri, selain untuk membuat peringatan kemerdekaan supaya meriah, ada pesan yang ingin disampaikan, yaitu supaya kita sebagai masyarakat Singajaya bangga terhadap seni dan buduaya daerah kita” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, setiap RT khusus untuk Desa Sukawangi selain menampilkan kesenian, juga membawa jampana yang sudah diisi dengan hasil bumi. Sementara untuk delapan desa yang lainnya, paling tidak satu desa mengirimkan satu jampana. Menurut salah seorang petugas pembawa jampana, jampana yang sudah diisi hasil bumi itu adalah lambang kemakmuran.

IMG_20140817_093409

Adapun kesenian-kesenian yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut yaitu pencak silat, jaipongan, debus, babagongan, angklung dan beberapa kesenian moderen.

Selepas ba’da Dzuhur, kegiatan dilanjutkan dengan beberapa permainan. Dari sekian banyak permainan, hal yang paling menarik keterlibatan masyarakat adalah main rebutan atau panjat pinang. Sembilan pinang sudah disiapkan oleh panitia disertai berbagai hadiah yang cukup aduhai.

 

Pada permainan ini, anak-anak, pemuda dan orang tua larut, berkompetisi secara tim untuk sampai pada ujung pinang dan mengambil aneka hadiah, yang terdiri dari pakaian, makanan, dan juga perabot rumah tangga. Dirgahayu RI***

 Penulis:

Iwan Ridwan (Pengurus Komunitas Ngejah)

Puisi untuk Negeri HUT RI Ke-69

Posted on Updated on

Membaca Puisi
Membaca Puisi

Tidak banyak yang bisa kami perbuat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI. Namun setidaknya, kami sebagai generasi muda, berusaha memaknai hari kemerdekaan sebagai ruang refleksi bagi diri, sudah sejauhmana kami mengisi kemerdekaan? Diskusi pun mengalir diantara peserta kegiatan HUT RI ke-69 yang diselenggarakan Komunitas Ngejah, tentang apa sebenarnya esensi kemerdekaan itu? Rata-rata dari kami memahami kemerdekaan adalah sebuah usaha memerdekakan diri dari hawa nafsu hanya memikirkan kepentingan diri pribadi dan mengesampingkan kepentingan umum. Oleh sebab itu peringatan kemerdekaan kami maknai sebagai ruang berbagi: berbagi cerita, berbagi kebahagiaan, berbagi motivasi untuk sama-sama bergerak membenahi diri dan lingkungan.

 

Sebuah acara yang kami beri nama PUISI untuk NEGERI, sengaja diusung untuk memperingati Kemerdekaan RI Ke-69. Minggu 17 Agustus, di saung Komunitas Ngejah yang berlokasi di Kampung Sukawangi Desa Sukawangi Kecamatan  Singajaya kabupaten Garut mulai pukul 13.30-16.00, kami berusaha saling memberikan ruang dengan anak-anak, pemuda dan masyarakat sekitar dengan cara ngobrol santai tentang esensi kemerdekaan.

Aneka Lomba
Aneka Lomba

Selain itu, kami seluruh peserta diarahkan untuk sama-sama belajar menulis puisi, membaca puisi yang menggelorakan semangat nasionalisme, menggambar dan mewarnai dengan tema kemerdekaan.

Ruang kegembiraan lainnya kami sajikan melalui aneka kegiatan lomba, seperti kegiatan lomba makan kerupuk, memasukan pensil ke dalam botol, serta beberapa permainan lainnya. Untuk mengapresiasi para pemenang, beberapa hadiah sederhana kami siapkan. Tidak hanya anak-anak, pemuda dan masyarakat sekitar yang terlibat dalam kegiatan ini, beberapa orang mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Garut yang secara kebetulan sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di desa kami, ikut ambil bagian memeriahkan kegiatan. Semuanya larut menikmati tahap demi tahap kegiatan.

DIRGAHAYU RI KE-69!

JAYALAH BANGSAKU!

Opik (Ketua Komunitas Ngejah)

Rembuk komunitas Baca 2014 di Yogyakarta

Posted on

Rembuk komunitas Baca 2014 di Yogyakarta

Longsor di Limustilu-Singajaya

Posted on Updated on

Sabtu (26/07) Hujan sejak subuh menimbulkan longsor di jalan Garut-Singajaya, tepatnya di Kampung Limustilu Desa Ciudian Kecamatan Singajaya. Menurut Aen, longsor diperkirakan terjadi ba’da Dzuhur. Aen yang sehari-hari bekerja sebagai supir elf Toblong-Garut, memilih hanya bekerja setangah hari (satu rit). Baca entri selengkapnya »

Aksi Peduli Gaza Palestina

Posted on Updated on

Penampilan Grup Musik VOB (Voice Of Baqitos)Serangan udara Israel yang terus tanpa henti membombardir kawasan Perbatasan Gaza Palestina di Bulan Ramadhan ini telah menewaskan ratusan orang mulai dari anak-anak sampai orang tua, bahkan informasi di Televisi sudah mengabarkan bahwa korban sudah mencapai 400 orang lebih. Hal ini menimbulkan duka yang sangat mendalam bagi warga Gaza pada khususnya dan juga seluruh warga muslim di dunia termasuk Indonesia. Sejak itulah banyak warga masyarakat yang memberikan do’a dan dorongan baik berupa moril maupun materil.

Selain mendo’akan dan berorasi, mereka juga ada yang membentangkan spanduk “Selamatkan Palestina, Hapuskan Israel” dan banyak juga yang melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk warga Gaza Palestina. Kepedulian terhadap warga Gaza Palestina ini tidak hanya dilakukan di kota-kota besar namun ada juga di daerah terluar wilayah kabupaten Garut, salah satunya di Wilayah Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Para siswa MTs. Albaqiyatussolihat bersama Komunitas Ngejah melakukan kegiatan Konser Amal sederhana untuk Gaza yang melibatka para Guru, OSIS dan seluruh siswa MTs. Albaqiyatussolihat juga para warga yang diramaikan oleh penampilan Grup Musik VOB (Vioce of Baqitos) yang personilnya para siswa perempuan MTs. Al-Baqiyatussolihat dan penampilan Baca Puisi oleh perwakilan Komunitas Ngejah (Kang Iwan Ridwan) yang berjudul “Do’a untuk Gaza”. Menurut Asep (Pembina Siswa MTs. Al-Baqiyatussolihat) kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para siswa dan masyarakat yang di dalamnya terintegrasi sebuah pembelajaran penanaman sikap kepedulian terhadap sesama terutama kepada warga masyarakat yang mendapatkan musibah serta penanaman sikap rasa persaudaraan. Asep lebih lanjut mengutip salah satu Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra. Baca entri selengkapnya »