Latest Event Updates

Pergi untuk Kembali

Posted on Updated on

Karya: Gesti Rahmah

Sejenak melihat langit kelam bertabur bintang

Sejenak rasakan angin berhembus melintang

Sejenak pejamkan mata saat dunia ini begitu menantang

“sejenak” itulah kehidupanku dulu

Sebuah suasana yang kurindu

Kudapat dengan mencuri waktu

Dari arena bermain dan belajarku

Ah, tapi sayangnya itu dulu

Sebelum aku berhasil menerjal jalan berliku

Hingga tiba di jalan yang semakin berbatu-batu

Sebelum aku meninggalkan langit berbintang yang selelu kurindu

Sebelum aku memilih langit yang kelam penuh dengan tumpukan ilmu

Yah, itu sebelum aku pergi dari kampung halamanku

Tapi percayalah aku bukan pergi untuk diri sendiri

Bukan untuk bersembunyi

Bukan pula untuk melarikan diri

Namun aku hanya ingin memperbaiki diri

Menjadi orang yang berkarya untuk kampungku sendiri

Karya: Geti Rahmah

Untuk suatu hal aku pergi

Suatu  yang membuatku pergi dari ketenangan diri

Dan ketahuilah, ‘suatu’ itu adalah kembali

Aku pergi untuk kembali

Kembali pada ketenanganku

Kembali pada kenanganku

Kembali pada suatu yang amat kurindu

Kembali pada kampung halamanku

Penulis bergiat di Komunitas Ngejah dan saat ini sedang menempuh perkuliahan di salahsatu PTN di Bandung

Resensi Buku ‘ON’

Posted on

Rifa dan Buku 'ON'
Rifa dan Buku ‘ON’

IDENTITAS BUKU

Judul Buku      : ON

Penulis             : Jamil Azzaini

Tebal Buku      : 280 hal

Penerbit           : Mizan Media Utama (MMU)

ISI BUKU

  1. Move – On: Sebuah pengantar

Dalam pembahasan ini , penulis mengungkap betapa pentingnya Move On dalam kehidupan , Move On yang memiliki arti bergerak, berpindah dari sebuah situasi ke situasi yang lainnya. Perpindahan ke arah yang lebih tinggi, berkelas,dan bermartabat. Dimana move on begitu diwajibkan untuk kita sebagai makhluk hidup. Dunia semakin maju, berubah dan berkembang. Ketika kita duduk diam ditempat betapa ngenasnya kita akan tertinggal.

2.Visi-on

Tujuan yang sesungguhnya hal yang harus diingat-ingat, dan akan menjadi tolak ukur dalam langkah kehidupan kita. Vision harus ditentukan sekarang juga, Ya sekarang juga.

3.. Action-on

Memulai dengan bergerak, melangkah adalah hal terpenting dalam kehidupan. Setelah kita mulai Move on dan akhirnya menetapkan vision, action adalah tanda bukti kita melakukannya.

  1. Passi-On

Setelah kita Action jangan hanya sekedar action saja. Tetapi harus disertai passion. Karena jika tanpa passion, action yang kita lakukan akan salah sasaran, sebab action tanpa passion  ibarat tubuh kita seperti robot.  Hidup hanya asal-asalan yang ujung nya akan menghadirkan penyesalan

  1. Collaborati-on

Hal yang tak kalah penting setelah passion adalah collaboration dimana berkolaborasi salah satu benteng pertahanan untuk kita sebagai makhluk social, yang saling membutuhkan.

  1. Conclusi-on

Nikmatilah proses. Kunci agar mampu mengaplikasikan Moveon,Vission, Action, passion, collaboration dan conclusion kita harus CONCLUSION, yaitu nikmatilah proses. Tidak ada keberhasilan tanpa proses.

KOMENTAR

Pertama kali saya melihat buku ini saya langsung penasaran ingin membacanya. Salahsatu pemikatnya yaitu karena judulnya yang sangat singkat dengan jumlah halaman yang sangat tebal. Cover depan hanya Bertuliskan “ON”

Menurut saya,  luar biasa Kang Jamil Azzaini dalam penyampaian dakwah Bil qolam nya (menyampaikan ajaran melalui tulisan). Penulis begitu membangunkan gairah pembaca agar senantiasa berusaha meraih kesuksesan dalam hidup. Apalagi untuk saya seorang remaja yang baru duduk di kelas 11 SLTA. Dengan membaca buku ini, banyak hal yang kemudian menggugah saya untuk menata hidup ini, berproses mencari jati diri.

Kang Jamil, dalam buku ini menggunakan bahasa sederhana tanpa berbelit-belit yang akhirnya saya piker akan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Pada Bab dua, Kang Jamil menuliskan deklarasi ke dua buah hatinya, yang menyalakan api semangat untuk saya.  Ketika saya selesai membaca dua bab itu, saya semakin penasaran dengan pembahasan tips dalam hidup selanjutnya. Dan ternyata setelah saya tamat membaca seluruh isi buku, saya menemukan satu hal sebagai solusi untuk menghadapi segala permasalahan dalam hidup, yaitu   CONCLUSION alias nikmati.

Menariknya lagi, buku ini selain menyampaikan kiat-kiat untuk menjalankan hidup dengan baik, penulis di sela-sela menyampaikan petuahnya ada cerita-cerita lucu yang membuat ketawa.

Penulis dalam buku ini telah bisa menarik pembaca merasa tidak jenuh, sala satunya itu adalah saya.

Senang deh udah baca buku ini.

Neng Rifa Siplancong (Bergiat di Komunitas Ngejah, Pelajar di SMA Maarif Peundeuy)

Peringatan Hari Pahlawan Nasional di MI Riyadlul Huda

Posted on Updated on

Bung Tomo“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya” Begitulah presiden  pertama republik ini berujar. Tidak berlebihan memang, karena pahlawan merupakan merupakan bagian penting dalam tercapainya kemerdekaan bagi sebuah bangsa tidak terkecuali bangsa Indonesia. Banyak negara menetapkan dan memperingati hari pahlawan dengan merujuk pada sejumlah peristiwa penting tentang perjuangan bangsanya, semisal kelahiran pahlawan yang dianggap paling berjasa, pertempuran hebat dan peristiwa penting lainnya. Oleh karena itu setiap Negara tentunya memiliki waktu yang berbeda dalam memperingati hari pahlawan. Di Namibia hari pahlawan diperinati setiap tanggal 26 Agustus, yang menandai awal perjuangan bersenjata selama Perang Kemerdekaan Namibia. Hari Pahlawan Nasional Angola jatuh pada tanggal 17 September, bertepatan dengan kelahiran Agostinho Neto. Sementara Di Indonesia, hari pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Hal ini merujuk pada peristiwa Pertempuran Surabaya antara milisi nasionalis Indonesia dan Sekutu, yang merupakan konflik bersenjata berskala besar pertama antara Indonesia dan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

IMG00754Di Indonesia, peringatan hari pahlawan biasanya dilakukan dengan menggelar upacara bendera. Selain itu, ada juga kegiatan-kegiatan lainnya yang sengaja dilaksanakan untuk mengingat dan mengapresiasi tentang betapa pentingnya perjuangan para pahlawan dengan tujuan untuk meningkatkan jiwa patriotism dan nasionalisme. Seperti yang dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Riyadlul Huda, yang berlokasikan di Kampung Sindangsari, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut. Senin 10/11/2014, madrasah ini mengadakan acara nonton bareng film yang berhubungan dengan peringatan hari pahlawan. Film tersebut berjudul Soekarno. Film tersebut menceritakan tentang perjuangan Soekarno dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebelum acara nobar dimuali, seluruh siswa yang terdiri dari kelas IV,V, serta kelas VI terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya secara hidmat. Irna Zakiya salah seorang siswa yang masih duduk di bangku kelas V mengaku sangat terharu sekali menyaksikan film soekarno ini, saking sedihnya, sampai-sampai ia harus mengeluarkan air mata. Pengalaman yang paling berkesan bagi mereka adalah ketika dapat mendengar suara Soekarno asli yang terdapat dipenghujung film, yakni saat Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah acara selesai seluruh  siswa serentak menyanyikan lagu yang berjudul “Gugur Bunga karya Ismail Marjuki” sebagai bentuk do’a sekaligus penghormatan terhadap para pahlawan indonesia.

Penulis:

Iwan Ridwan (Bergiat di Komunitas Ngejah, guru MI Riyadlul Huda)

HIBAH BUKU UNPAD “Berbagi Buku, Berbagi Ilmu”

Posted on Updated on

Ketua TBM aiueo Komunitas Ngejah Menerima Hibah Buku UNPAD
Ketua TBM aiueo Komunitas Ngejah
Menerima Hibah Buku UNPAD

Minggu (2/11) bertempat di Sudut Baca SoreangTbm Aiueo Komunitas Ngejah menjadi salahsatu dari 14 TBM yang menerima hibah buku UNPAD. Penyerahan buku dilakukan Staf Ahli Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Unpad yang juga diamanahi sebagai ketua Pengabdian Pada Masyarakat “Berbagi Buku, Berbagi Ilmu” Wina Erwina, yang ditemani Asep Saeful Rohman selaku dosen Ilmu Perpustakaan UNPAD  dan beberapa orang mahasiswa baru angkatan tahun 2014/2015. Kegiatan Hibah Buku berupa sumbangan buku dari seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi yang ada di UNPAD, yang diberikan kepada TBM, Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Desa yang tersebar di Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut Wina Erwina selaku ketua Pengabdian Pada Masyarakat Hibah Buku UNPAD dan juga dosen Ilmu Perpustakaan mengatakan bahwa program Hibah Buku UNPAD merupakan program yang terus digulirkan setiap tahunnya.

Asep Saeful Rohman dalam Diskusi Literasi Informasi Hibah Buku UNPAD
Asep Saeful Rohman dalam Diskusi Literasi Informasi Hibah Buku UNPAD

Lebih Lanjut, Wina menyatakan bahwa hibah buku untuk TBM dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan Sudut Baca Soreang sebagai salahsatu TBM yang sudah malang melintang dalam dunia TBM, hal ini bertujuan untuk mempermudah cara memilih TBM yang benar-benar aktif dalam gerakan literasi di Jawa Barat, sehingga hibah buku tersebut tepat sasaran dan tentunya akan bermuara pada kebermanfaatan bagi masyarakat. Hibah Buku UNPAD menurutnya adalah salah satu cara menyalurkan kepedulian mahasiswa bagi dunia baca Indonesia.

Sebagaimana tema Hibah Buku UNPAD, “Berbagi Buku, Berbagi Ilmu” selepas dilaksanakannya penyerahan buku, UNPAD juga melalui Wina Erwina dan Asep Saeful Rohman melakukan sedekah ilmu melalui kegiatan diskusi literasi informasi. Bertindak sebagai moderator diskusi, Agus Munawar yakni ketua Sudut Baca Soreang. Dalam kesempatan ini, Agus memberikan prolog berupa ucapan terimakasih kepada Pihak UNPAD yang sudah mau berbagi dengan memberikan hibah buku kepada TBM.

Wina Erwina dalam Diskusi Literasi Informasi Hibah Buku UNPAD
Wina Erwina dalam Diskusi Literasi Informasi Hibah Buku UNPAD

Pada acara diskusi, Wina Erwina menekankan pentingnya para pegiatn TBM untuk menangkap dan merekam pengetahuan lokal yang ada di daerahnya masing-masing. Wina merasa prihatin dengan banyaknya pengetahuan-pengetahuan lokal yang lesap tanpa pernah direkam atau didokumentasikan. Membentuk individu yang memiliki kemampuan dalam litearasi informasi dalam menentukan, memilah dan memilih informasi sehingga menghasilkan output informasi yang bermanfaat dalam mengatasi masalah-masalah sehari-hari. Sedangkan Asep saeful Rohman, menjelaskan tentang pentingnya para pelaku TBM agar tidak hanya mengumpulkan buku akan tetapi harus berupaya menciptakan literasi informasi bagi masyarakat sekitar. Pada penghujung acara, Asep berharap agar berbagai pihak mau membantu TBM sehinga perannya dalam membantu mencerdaskan masyarakat lebih meningkat, serta pelaku TBM-nya itu sendiri yang mau dan mampu berjejaring dengan berbagai pihak baik itu kampus, swasta, media dan berbagai pihak lainnya guna meningkatkan peran TBM dalam mencerdaskan masyarakat . NTA***

PHBI Kecamatan Singajaya

Posted on

IMG_3968PHBI merupakan singkatan dari Peringatan Hari Besar Islam, seperti: Tahun Baru Hijriah, Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Nuzulul Qur’an, Hari Raya Idul Adha, dan Hari Raya Idul Fitri. Hal itu bertujuan untuk mengingatkan kepada seluruh umat islam bahwa dalam setiap peringatan-peringatan tersebut tersimpan sejarah–sejarah besar pada zaman Nabi, sehingga apabila kita sebagai umat islam memperingatinya maka setidaknya kita bisa mengetahui kisah-kisah atau sejarah tersebut dan kenapa hal tersebut dijadikan sebagai Hari Besar Islam.

IMG_3950Oleh karena itu, kami dari DKR (Dewan Kerja Ranting) bekerja sama dengan Panitia PHBI kecamatan Singajaya untuk Mengadakan suatu kegiatan PHBI dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharam 1436 H dengan tema kegiatan “Dengan Semangat Tahun Baru Mari membangun Generasi Muda yang BerakhlakMulia”. Adapun dalam kegiatan ini kami mengadakan berbagai macam lomba, diantaranya : Lomba Pildacil (Pilihan Da’Icilik), Lomba Hafidz Al’Quran, lomba Qira’at (MTQ), Lomba Dakwah, Lomba Kreasi Seni (Marawis/Nasyid) dan Lomba Pawai Ta’aruf.

IMG_3930Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membawa kecamatan Singajaya lebih maju, lebih unggul dan lebih produktif dalam segala bidang, khususnya bidang Agama. Selain itu, kami ingin menunjukan buktinyata pada dunia bahwa kecamatan Singajaya mempunyai tunas-tunas muda harapan bangsa yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi seorang Da’i Cilik, Hafiz dan Hafidzah, Pendakwah muda, tilawakh dan grup marawis terbaik yang kedepannya akan mengharumkan kecamatan singajaya dan Bangsa Indonesia, selain itu juga kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan selurah generasi muda untuk menjadi pemuda-pemudi yang berakhlakul karimah dan jauh dari akhlak majmumah seperti halnya berita-berita yang sering kita dengar dan kita saksikan di Televisi, radio atau media percetakan, bahwa Generasimu disaat ini telah melenceng dari nilai-nilai pendidikan dan moral keagamaan.

IMG_3981Kegiatan PHBI ini diselenggarakan dalam waktu dua hari yaitu pada tanggal 26-27 Oktober 2014. Adapun tempat Penyelenggaraan nya adalah di Lapangan kecamatan Singajaya, yang lokasinya tidak jauh dari alun-alun Singajaya. Dengan Agenda untuk hari Minggu, 26 Oktober 2014 yaitu : Chek In peserta, Lomba Pildacil, Lomba Hafidz, Lomba Qira’at, Lomba Dakwah dan Lomba kreasi seni, dan untuk hari senin,27 Oktober 2014 yang merupakan puncaknya acara, dilanjut dengan acara ; Pawaita’aruf yang diawali dengan penampilan Marching Band dari Mts Al-Muawanah dan MA Nurul Hidayah di ikuti oleh seluruh sekolah/yayasan/Ponpes yang ada di Kecamatan singajaya, Banjarwangi,dan Peundeuy dimulai dari tingkat SD, MI, SMP, MTs, SMA, Madan SMK, kemudian dilanjut dengan acara Tabligh Akbar oleh ketua MUI Garut, Penampilan kreasi seni/ Hiburan dari Ponpes Riyadul Falah Singajaya, Yayasan Al-Muawanah dan ditutup dengan Pengumuman pemenang untuk lomba-lomba yang telah di selenggarakan.

IMG_3953Kami dari pihak DKR mengucapkan Selamat kepada para Pemenang dan Terima kasih kepada Pihak-pihak terkait yang telah mendukung dan mendorong serta membantu terlaksananya acara PHBI ini dengan lancar dan baik. Terima kasih untuk Pak Camat atas dukungan moral dan materinya, seluruh sanitia dari DKR dan PHBI, seluruh instansi yang ada di Kecamatan Singajaya dan Banjarwangi yang tidak bias disebutkan satu persatu, terima kasih kepada seluruh sekolah atau lembaga pendidikan yang telah antusias dalam acara kami, terimakasih kepada seluruh masyarakat kecamatan Singajaya yang sudah menyaksikan acara PHBI dari awal sampai akhir.

Nurul Wasilah

Guru SMPN 2 Singajaya

Pentas Di PJP Memang Bikin PeDe

Posted on

VOB
VOB

Berawal dari informasi yang kami dapat dari pelatih kami yaitu Abah Erza,tentang akan diadakannya acara pelatihan jurnalistik pelajar yang ke-4(PJP IV) yang diselenggarakan oleh Komunitas Ngejah.Acara PJP IV ini akan di laksanakan selama 3 hari.Yaitu dari hari jum’at tanggal 11 oktober sampai hari minggu tanggal 12 oktober yang bertempat di Gor Desa Sukawangi.

Mendengar informasi tersebut,kami merasa tertarik untuk mengikuti pelatihan itu.Tapi,bukan hanya sebagai peserta,melainkan juga sebagai salahsatu pengisi acara.Kebetulan,kami VOB (voice of baqitos) sudah cukup dikenal di daerah Banjarwangi.Singajaya,dan Peundeuy.Karena kami telah beberapa kali tampil di 3 daerah tersebut dan kami juga sudah cukup kenal dengan Presiden dari Komunitas Ngejah itu sendiri.Yaitu,Kang Nero Taopik Abdillah.

Lelah berjalan karena bolak-balik selama 2 hari itu seakan terbayarkan saat kami diberi kesempatan untuk menjadi salahsatu pengisi acara di hari terakhir kami mengikuti pelatihan tersebut.Yaitu,hari minggu tanggal 12 oktober 2014.2 hari menjelang pentas itu,kami sudah membicarakan kostum yang akan kami pakai.Kmaipun memutuskan untuk memakai busana batik berwarna biru yang menjadi ciri khas sekolah kami.

Hari yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba.Yaitu,hari dimana kami akan melaksanakan pentas itu.Pada hari itu,kami merasa sangat bersemangat.Karena itulah, pukul 07.00 pagi,kami sudah berada di depan sekolah dengan mengenakan pakaian yang telah kami rencanakan.Sampai akhirnya,pukul 07.30 pagi kami berangkat ke tempat pentas itu.Yaitu,di Gor Desa Sukawangi Kec.Singajaya,Kab.Garut.Dengan menggunakan alat transportasi berupa sepeda motor.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam,akhirnya kamipun tiba dengan selamat di tempat tujuan.Saat tiba disana,belum ada peserta lain yang dating.Keuali kami yang saat itu juga sedang menunggu kepala sekolah kami yang membawa alat-alat yang akan kami pakai dalam pentas tersebut.Seperti Drum,Gitar,Bass,d.l.l.

Satu persatu peserta mulai berdatangan.Dan saat itu pula,kepala sekolah kami tiba dengan menggunakan mobil yang berisi alat-alat yang kami perlukan untuk pentas tersebut.Kamipun langsung mengambil alat-alat tersebut dan langsung melakukan cek sound.

Sampai akhirnya,pada pukul 12,30 kami melaksanakan pentas itu.Dalam pentas itu,kami membawakan beberapa lagu yang telah kami aransemen kembali.Diantaranya adalah lagu yang berjudul Bumi ke langit dari Bondan,lagu dari Lenka yang berjudul Trouble is a friend,dan lagu dari Nidji yang berjudul Laskar pelangi,serta 2 lagu ciptaan kami yaitu Abring-abringan dan Pjp.

Tepuk tangan penonton seakan mewakili rasa puas dan kagum merka terhadap penampilan kami.Kamipun merasa sangat bangga bisa tampil di depan para peserta PJP IV dan para seniman-seniman yang sangat kami kagumi.Karena itu,kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Komunitas Ngejah yang telah memberikan kami kesempatan untuk tampil di acara PJP IV tersebut.Karena,lewat pentas inilah kami bisa membuktikan bahwa……………

“WE ARE THE BEST GENERATION FOR THE BEST FUTURE”

TERIMA KASIH

Firdda dan Nisa (Peserta PJP IV, Siswi M.Ts Al-Baqiyatussolihat, Anggota VOB)

Muharram sebagai Bulan Refleksi Umat Islam

Posted on

Tahun baru Islam 1436 HijriahSejarah tahun baru hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW Dari Mekah ke Madinah. Peringatan ini kemudian bagi umat islam dijadikan sebagai momen untuk hijrah dalam arti  melakukan perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Islam telah mengingatkan agar hari-hari yang telah kita lewati selalu lebih baik dari sebelumnya, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan”.

Ayat di atas mengajarkan kita agar selalu memperhatikan sikap dan perbuatan untuk slebih baik dari  hari-hari sebelumnya. Jika tadinya kita lalai dalam beribadah, malas belajar, dan berbagai kelemahan lainnya ke depannya harus lebih rajin lagi.

Berbicara mengenai Muharram, biasanya umat islam mengadakan arak-arakan, pawai obor keliling kampung atau ritual-ritual lainnya.  Hal itu memang merupakan kegiatan positif yang mungkin memiliki makna menggaungkan tahun baru islam. Namun dibalik itu, ada hal yang lebih penting dari sekedar arak-arakan, yakni bagaimana kita merefleksi seluruh tindak-tanduk yang pernah kita lakukan, lalu pada akhirnya kita memperbaiki kelemahan-kelemahan guna terus memperbaiki diri sesuai dengan yang dipertinahkan Allah SWT.

Penulis

Rini Yunia (Angota Komunitas Ngejah, STAP TU M.Ts Almuawanah)

Rosita (Anggota Komunitas Ngejah, Siswi MA Almuawanah)

Gesti Nurfadillah (Anggota Komunitas Ngejah, Siswi MA Almuawanah)