Aksi Peduli Gaza Palestina

Posted on Updated on

Penampilan Grup Musik VOB (Voice Of Baqitos)Serangan udara Israel yang terus tanpa henti membombardir kawasan Perbatasan Gaza Palestina di Bulan Ramadhan ini telah menewaskan ratusan orang mulai dari anak-anak sampai orang tua, bahkan informasi di Televisi sudah mengabarkan bahwa korban sudah mencapai 400 orang lebih. Hal ini menimbulkan duka yang sangat mendalam bagi warga Gaza pada khususnya dan juga seluruh warga muslim di dunia termasuk Indonesia. Sejak itulah banyak warga masyarakat yang memberikan do’a dan dorongan baik berupa moril maupun materil.

Selain mendo’akan dan berorasi, mereka juga ada yang membentangkan spanduk “Selamatkan Palestina, Hapuskan Israel” dan banyak juga yang melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk warga Gaza Palestina. Kepedulian terhadap warga Gaza Palestina ini tidak hanya dilakukan di kota-kota besar namun ada juga di daerah terluar wilayah kabupaten Garut, salah satunya di Wilayah Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut. Para siswa MTs. Albaqiyatussolihat bersama Komunitas Ngejah melakukan kegiatan Konser Amal sederhana untuk Gaza yang melibatka para Guru, OSIS dan seluruh siswa MTs. Albaqiyatussolihat juga para warga yang diramaikan oleh penampilan Grup Musik VOB (Vioce of Baqitos) yang personilnya para siswa perempuan MTs. Al-Baqiyatussolihat dan penampilan Baca Puisi oleh perwakilan Komunitas Ngejah (Kang Iwan Ridwan) yang berjudul “Do’a untuk Gaza”. Menurut Asep (Pembina Siswa MTs. Al-Baqiyatussolihat) kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para siswa dan masyarakat yang di dalamnya terintegrasi sebuah pembelajaran penanaman sikap kepedulian terhadap sesama terutama kepada warga masyarakat yang mendapatkan musibah serta penanaman sikap rasa persaudaraan. Asep lebih lanjut mengutip salah satu Hadis riwayat Nukman bin Basyir ra.

Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685). 

Kegiatan ini juga dilakukan bukan hanya untuk warga Gaza namun juga untuk warga sekitar lingkungan Desa Banjarwangi yang mendapatkan musibah, salahsatunya korban kebakaran di daerah Ciudian. Pada kesempatan ini, salahseorang Aparat Desa Banjarwangi yang menjabat sebagai Sekdes yaitu Emir Karniasih memberikan apresiasi, bahwasannya ia sangat bersyukur dengan adanya aksi peduli tersebut, yang mengindikasikan kepekaan sosial di lingkungan masyarakat. Menurut  ketua pelaksana kegiatan, dana yang terkumpul akan disalurkan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) . Adapun dana yang terkumpul sampai hari  Senin, 21 Juli 2014 kurang lebih sekitar Rp. 3000.000,00.

Penampilan bacaan sholawat TIM Paskil Masjid BanjarwangiPenampilan bacaan sholawat TIM Paskil Masjid Banjarwangi

Perwakilan Komunitas Ngejah (Kang Iwan Ridwan) membacakan puisi "Do'a untuk Gaza"Perwakilan Komunitas Ngejah (Kang Iwan Ridwan) membacakan puisi “Do’a untuk Gaza”

Perwakilan santri Paskil Baca Puisi untuk Gaza

Perwakilan santri Paskil Baca Puisi untuk Gaza

Penulis: Roni Nuroni

Mencari Eli

Posted on

Karya : Nero Taopik Abdillah

Kata ibu, tak ada daftar nama pasti

 

sebelum semuanya benar-benar nyata

 

termasuk adam, ia tak mengira

 

bahwa qobil dan iqlima

serta 19 pasang nama

akan dilahirkan dari rahim

seorang perempuan bernama hawa

semacam dengung, lalu tenung

dan kau serupa satu-satunya nama

bercetak miring pada paragraf-paragraf

yang membentuk narasi perjalanan seorang sunyi

setua ini?

aku tak mungkin pergi ke hutan

menyepi dan bersemedi

atau sekedar memanggil namamu

dengan pekik paling keras, eli

tapi hidup harus terus tumbuh

dengan sungguh-sungguh

meski selalu ada, semacam halusinasi

yang disisipkan angin:

pada sebuah jam engkau pun datang

dengan kembang di tangan

tanpa aku undang

aku tahu eli, engkau bukan jelangkung

dan hidup harus selalu tumbuh

dengan sungguh-sungguh

serupa bulir–bulir lelah

yang menetes dari wajah seorang ayah

demi mencari nafkah

 

2014

 

Milad Komunitas Ngejah sebagai ruang perenungan, dan mencipta kegembiraan

Posted on Updated on

Waktu

Datanglah dengan derap gembira

Sebelum kami benar-benar jatuh ke bumi

Tempat segala kembali

 

Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ujang Busro
Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ujang Busro

 Benar memang, bahwa perayaan milad atau ulang tahun bukan sebuah keharusan, namun jika kita mau menengok pada poin-poin positif di dalamnya, maka hal ini tidak salah juga untuk dilakukan. Salah satu poin penting dari perayaan milad adalah sebagai ruang sujud bersama terhadap sang Maha Pencipta, sebagai salah bentuk syukur terhadap seluruh nikmat yang telah Gusti Alloh berikan.

Di luar itu, terkait perayaan Milad Komunitas Ngejah, kami bersepakat bahwa kesempatan untuk melakukan perenungan bersama menjadi salahsatu alasan bagi kami untuk menggelar acara tersebut. Perenungan tentang langkah kecil kami di kampung halaman sejauh ini, perenungan tentang cita-cita untuk senantiasa membagi waktu dan sedikit ilmu yang kami miliki demi kemajuan diri dan kampung halaman, yang kemudian menjadi jembatan bagi masing-masing diantara kami untuk melebur menjadi satu melalui sebuah ikatan bernama Komunitas Ngejah.  

Ruli, Roni dan Iwan mengajak peserta milad menyanyi bersama
Ruli, Roni dan Iwan mengajak peserta milad menyanyi bersama

Eleanor Rooselevet dalam buku yang berjudul Terapi Berpikir Positif karya Ibrahim Elfiky mengatakan bahwa ‘manusia mungkin berbuat  salah tetapi yang tidak bisa dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang negative dan mengulanginya menjadi kebiasaan.’ Pernyataan ini adalah salah satu alasan kenapa kami mesti melakukan perenungan. Sebagai manusia yang berkelompok dan melakukan kegiatan bersama, momen milad menjadi sebuah kesempatan untuk melakukan perenungan, merefleksi seluruh tindak-tanduk yang kami lakukan, untuk mencari celah-celah kelemahan dalam rangka melakukan usaha perbaikan pada masa yang akan datang.  Oleh sebab itu, maka pada tanggal 15 Juli 2014 sekitar pukul 15.30, kami pengurus dan relawan Komunitas Ngejah melalui acara Milad ke-4, saling bertukar cerita, bertukar pikiran, melakukan evaluasi bersama menyangkut langkah dan sandungan yang kerap kami alami. 

Poin yang juga tidak kalah pentingnya pada perayaan milad Komunitas Ngejah kali ini adalah menjadikan acara ini sebagai ruang mencipta kegembiraan, memproduksi kebahagiaan dengan cara-cara yang kami bisa. Hal yang mungkin banyak orang menganganggapnya sepele bahkan tidak ada apa-apanya kami tempuh untuk menciptakan kegembiraan tersebut. Cara tersebut yaitu dengan memberikan ruang bagi adik-adik Ngejah Junior’s  unjuk kebolehan di depan teman-temannya.

 

Selepas pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Ujang Busro, lalu adik-adik Ngejah Junior’s dipandu oleh para relawan tampil secara bergiliran. Ada yang mendongeng, ada yang menyanyi, ada juga yang baca puisi. Pada kesempatan ini, di antara kami para pengurus dan relawan juga tentu tidak mau kehilangan kesempatan untuk berbagi kegembiraan. Oleh karena itu, beberapa kemudian memilih untuk tampil mendongeng, menyanyi, baca puisi dan berbagi motivasi.

Potong Tumpeng oleh Novi sebagai ketuplak
Potong Tumpeng oleh Novi sebagai ketuplak

 

Perwakilan kaum hawa yang teridiri dari Vita Sizu, Elis Hamidah, Novia Susanti Dewi, dengan kompak berbagi peran untuk berbagi cerita. Sementara dari kaum Adam, Roni dan Iwan tampil membawakan dongeng yang mereka persiapkan masing-masing. Ruli memainkan gitarnya untuk mengajak menyanyikan lagu-lagu religi dan Mars Gerakan Kampung Membaca. Sedangkan saya, sebagai tim penggembira didaulat untuk berbagi motivasi dan menyerahkan reward untuk pengunjung terajin.

Kebahagiaan pun terasa lengkap ketika kami buka bersama, dengan menu utama nasi tumpeng hasil racikan Teh Elin, Dodi Dores, dan Dede Rofi.Penghujung acara milad ke-4 komunitas Ngejah ditandai dengan pembacaan puisi yang berjudul Puisi untuk Saudaraku di Gaza oleh Sifa Rahmawati, potong tumpeng dan doa bersama bagi kesuksesan gerakan yang kami lakukan.

 

Alhamdulillahirobbilalamiin…

 

Penulis

Opik (Ketua Komunitas Ngejah)

 

MILAD Komunitas Ngejah yang ke-4

Posted on Updated on

Documents-001

MILAD Komunitas Ngejah yang ke-4 sengaja dirayakan, sebagai upaya refleksi dan syukur terhadap Gusti Alloh, atas segala nikmat yang telah diberikan-NYA.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran yang dibacakan oleh Ujang Busyro. Setelah itu, kawan-kawan Ngejah Junior’s secara bergiliran menampilkan kebolehannya, ada yang mendongeng, baca puisi, dan bersenandung lagu-lagu religi. Pada kesempatan ini, para relawan tidak mau ketinggalan, adalah Kang Roni Nuroniyang kemudian tampil mendongeng dengan mengambil salah satu dongeng legenda dunia, Kang Iwan Ridwan bercerita tentang seekor rusa yang menyesali takdirnya memiliki kaki pendek dan bangga akan keindahann tanduknya, Kang Ruli Lesmanamengajak anak-anak dan seluruh hadirin untuk menyanyikan Mars Gerakan Kampung Membaca, Teh Novia Susanti Dewi, Teh Elis Hamidah, dan Teh Vita SiZu Berikhtiarsecara bergiliran berbagi cerita, Teh Wina, Kang Dody Pengembara dan Kang Dede Roffie Gym dengan sungguh-sungguh menjadi seksi KONSUMSI, serta mendampingi adik-adik NGejah Junior untuk tampil. Sementara Kang Nero Taopik Abdillah kebagian tugas untuk berbagi cerita mengenai pentingnya belajar dan cerita tentang arah dan gerakan Komunitas Ngejah, berbagi motivasi tentang keharusan anak muda untuk melakukan gerakan di kampung halaman, serta memberikan hadiah kepada Pengunjung Terajin. Baca entri selengkapnya »

Kado Istimewa di Awal Ramadhan

Posted on Updated on

Subhanallah…
Hanya kata itu yang keluar dari mulut saya tatkala menyaksikan sosok botak dengan kumis dan jenggot yang menghiasi daerah disekitar wajahnya. Ya, seorang pria yang biasa saya lihat dibalik layar televisi.

Andy F Noya Menikmati Musikalisasi Puisi Komunitas Ngejah
Andy F Noya Menikmati Musikalisasi Puisi Komunitas Ngejah

Andy Flores Noya, presenter Kick Andy tersebut menyambangi saung komunitas Ngejah pada Rabu (02/06)melalui acara Kick Andy on location.
Sungguh kejutan istimewa di awal Rhamadahan yang saya dan tentunya seluruh relawan dan pengurus Komunitas ngejah rasakan. Bagaimana tidak, setelah rentetan acara yang kami lakukan dari launching pojok baca di Kp. Citeureup sabtu (28/05) yang dililput oleh kang Rusdi dkk dari Metro TV sampai pada acara puncak pada rabu siang ternyata merupakan skenario besar yang telah mereka siapakan untuk Komunitas Ngejah.
Bahagia, bangga, dan terharu jadi satu tatkala saya bersama anak-anak sahabat ngejah yang telah membanjiri saung menyanyikan lagu komunitas ngejah dengan iringan gitar oleh kang Ruli Lesmana sebagai sebuah seremoni dadakan yang kami ciptakan untuk menyambut kedatangan Bang Andy F Noya yang ternyata tidak datang sendirikala itu. Ya, kak Andy datang bersama rombongan Agung Podomoro Land yang memberikan apresiasi terhadap gerakan komunitas ngejah. Baca entri selengkapnya »

Membaca, kegembiraan dan masa depan

Posted on Updated on

Catatan dari GKM episode 17

Pengalaman masa kecil karena tak pernah bersentuhan dengan buku, kecuali buku catatan pelajaran sekolah, menjadi salah satu pelecut bagi saya untuk menghimpun sebuah wadah gerakan literasi di kampung halaman yang kemudian diberi nama Komunitas Ngejah. Beberapa program rutin kemudian menjadi menu garapan, salah satunya yaitu Gerakan Kampung Membaca.

Relawan Bersama Peserta GKM
Relawan Bersama Peserta GKM

Iwan Ridwan yang kemudian kami tunjuk sebagai koordinator kegiatan GKM, begitu setia mengawal kegiatan ini. Bersama para relawan lainnya, setiap pecan ia menyusuri jalan-jalan setapak untuk mengunjungi kampung-kampung terluar yang berada di wilayah Garut bagian selatan. Selain Iwan, ada banyak nama yang hampir tidak pernah absen dalam kegiatan ini, sebut saja Roni, Ruli, Vita Sizu, Dede rofi, Dodi, Sifa, Saeful Millah, Azis, Heri, Rangga, dan beberapa nama lainnya.

Budi & Iwan bersama Peserta GKM
Budi & Iwan bersama Peserta GKM

Sabtu, 28 Juni 2014, pagi sekali kawan-kawan sudah berkumpul di Saung. Sebagaimana kesepakatan sebelumnya, bahwa hari ini, kami memilih mengisi acara munggahan dengan melakukan Gerakan Kampung Membaca di Kampung Citeureup. Setelah berdoa bersama, masing-masing personil segera mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa. Ruli dan Azis mempersiapkan alat musik, Roni mencari kendaraan (bak terbuka) untuk mengangkut para relawan sampai ujung jalan raya, Novi dan Vita dibantu Budi, menyusun acara, sedangkan Iwan ditemani Rini, Rosita, Nurul dan beberapa relawan lainnya sibuk membereskan buku ke dalam kardus. Baca entri selengkapnya »

Ngabuburit

Posted on Updated on

watermark