Latest Event Updates

Pentas Di PJP Memang Bikin PeDe

Posted on

VOB
VOB

Berawal dari informasi yang kami dapat dari pelatih kami yaitu Abah Erza,tentang akan diadakannya acara pelatihan jurnalistik pelajar yang ke-4(PJP IV) yang diselenggarakan oleh Komunitas Ngejah.Acara PJP IV ini akan di laksanakan selama 3 hari.Yaitu dari hari jum’at tanggal 11 oktober sampai hari minggu tanggal 12 oktober yang bertempat di Gor Desa Sukawangi.

Mendengar informasi tersebut,kami merasa tertarik untuk mengikuti pelatihan itu.Tapi,bukan hanya sebagai peserta,melainkan juga sebagai salahsatu pengisi acara.Kebetulan,kami VOB (voice of baqitos) sudah cukup dikenal di daerah Banjarwangi.Singajaya,dan Peundeuy.Karena kami telah beberapa kali tampil di 3 daerah tersebut dan kami juga sudah cukup kenal dengan Presiden dari Komunitas Ngejah itu sendiri.Yaitu,Kang Nero Taopik Abdillah.

Lelah berjalan karena bolak-balik selama 2 hari itu seakan terbayarkan saat kami diberi kesempatan untuk menjadi salahsatu pengisi acara di hari terakhir kami mengikuti pelatihan tersebut.Yaitu,hari minggu tanggal 12 oktober 2014.2 hari menjelang pentas itu,kami sudah membicarakan kostum yang akan kami pakai.Kmaipun memutuskan untuk memakai busana batik berwarna biru yang menjadi ciri khas sekolah kami.

Hari yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba.Yaitu,hari dimana kami akan melaksanakan pentas itu.Pada hari itu,kami merasa sangat bersemangat.Karena itulah, pukul 07.00 pagi,kami sudah berada di depan sekolah dengan mengenakan pakaian yang telah kami rencanakan.Sampai akhirnya,pukul 07.30 pagi kami berangkat ke tempat pentas itu.Yaitu,di Gor Desa Sukawangi Kec.Singajaya,Kab.Garut.Dengan menggunakan alat transportasi berupa sepeda motor.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam,akhirnya kamipun tiba dengan selamat di tempat tujuan.Saat tiba disana,belum ada peserta lain yang dating.Keuali kami yang saat itu juga sedang menunggu kepala sekolah kami yang membawa alat-alat yang akan kami pakai dalam pentas tersebut.Seperti Drum,Gitar,Bass,d.l.l.

Satu persatu peserta mulai berdatangan.Dan saat itu pula,kepala sekolah kami tiba dengan menggunakan mobil yang berisi alat-alat yang kami perlukan untuk pentas tersebut.Kamipun langsung mengambil alat-alat tersebut dan langsung melakukan cek sound.

Sampai akhirnya,pada pukul 12,30 kami melaksanakan pentas itu.Dalam pentas itu,kami membawakan beberapa lagu yang telah kami aransemen kembali.Diantaranya adalah lagu yang berjudul Bumi ke langit dari Bondan,lagu dari Lenka yang berjudul Trouble is a friend,dan lagu dari Nidji yang berjudul Laskar pelangi,serta 2 lagu ciptaan kami yaitu Abring-abringan dan Pjp.

Tepuk tangan penonton seakan mewakili rasa puas dan kagum merka terhadap penampilan kami.Kamipun merasa sangat bangga bisa tampil di depan para peserta PJP IV dan para seniman-seniman yang sangat kami kagumi.Karena itu,kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Komunitas Ngejah yang telah memberikan kami kesempatan untuk tampil di acara PJP IV tersebut.Karena,lewat pentas inilah kami bisa membuktikan bahwa……………

“WE ARE THE BEST GENERATION FOR THE BEST FUTURE”

TERIMA KASIH

Firdda dan Nisa (Peserta PJP IV, Siswi M.Ts Al-Baqiyatussolihat, Anggota VOB)

Muharram sebagai Bulan Refleksi Umat Islam

Posted on

Tahun baru Islam 1436 HijriahSejarah tahun baru hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW Dari Mekah ke Madinah. Peringatan ini kemudian bagi umat islam dijadikan sebagai momen untuk hijrah dalam arti  melakukan perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Islam telah mengingatkan agar hari-hari yang telah kita lewati selalu lebih baik dari sebelumnya, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan”.

Ayat di atas mengajarkan kita agar selalu memperhatikan sikap dan perbuatan untuk slebih baik dari  hari-hari sebelumnya. Jika tadinya kita lalai dalam beribadah, malas belajar, dan berbagai kelemahan lainnya ke depannya harus lebih rajin lagi.

Berbicara mengenai Muharram, biasanya umat islam mengadakan arak-arakan, pawai obor keliling kampung atau ritual-ritual lainnya.  Hal itu memang merupakan kegiatan positif yang mungkin memiliki makna menggaungkan tahun baru islam. Namun dibalik itu, ada hal yang lebih penting dari sekedar arak-arakan, yakni bagaimana kita merefleksi seluruh tindak-tanduk yang pernah kita lakukan, lalu pada akhirnya kita memperbaiki kelemahan-kelemahan guna terus memperbaiki diri sesuai dengan yang dipertinahkan Allah SWT.

Penulis

Rini Yunia (Angota Komunitas Ngejah, STAP TU M.Ts Almuawanah)

Rosita (Anggota Komunitas Ngejah, Siswi MA Almuawanah)

Gesti Nurfadillah (Anggota Komunitas Ngejah, Siswi MA Almuawanah)

PJP IV Komunitas Ngejah “Yang Muda Yang Bermedia”

Posted on Updated on

IMG_9682

Pelatihan Jurnalistik Pelajar yang kemudian lebih dikenal dengan istilah PJP merupakan agenda tahunan Komunitas Ngejah. PJP untuk angkatan ke-empat dilaksanakan  pada tanggal 10-12 Oktober 2014 di GOR Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut. Tidak kurang dari 150 peserta dari berbagai sekolah (SMP dan SMU/sederajat) yang berasal dari 5 kecamatan yakni Singajaya, Peundeuy dan Banjarwangi (Garut) serta Bojonggambir dan Taraju (Tasikmalaya) ambil bagian menjadi peserta. Kang Iwan Ridwan sebagai ketua pelaksana menyatakan bahwa tema yang diusung pada PJP IV sengaja dibuat agak sedikit memprovokasi para pelajar sebagai generasi muda mau memanfaatkan media. “Temanya, Yang Muda Yang Bermedia. Sengaja kami buat untuk memprovokasi para pelajar supaya mau memanfaatkan media, salah satunya yakni media sosial, untuk hal-hal yang positif tentunya” ujarnya. Baca entri selengkapnya »

Bonus Demografi dan GKM Episode #23

Posted on Updated on

Bangunan M.Ts Darul Miftah Cisompet
Bangunan M.Ts Darul Miftah Cisompet

Badan pusat statistik (BPS) pada 2010 bahwa penduduk Indonesia mencapai jumlah 237, 64 juta jiwa.itu artinya negara Indonesia pada tahun 2025 akan mengalami bonus demografi dimana lebih dari setengah jumlah tadi (59, 98% atau 142, 54 juta orang adalah usia produktif 15-54 tahun). Itu artinya negara indonesia akan dihuni oleh penduduknya dengan dominan para pemuda yang mempunyai semangat yang tinggi dan tekad kuat untuk memajukan bangsa dan negara. Kelompok usia produktif ini bisa menjadi berkah jika para pemuda berkualitas tapi sebaliknya akan menjadi musibah jika para pemuda hanya menjadi benalu bagi negara. Saat ini saja indonesia sendiri untuk minat baca menduduki urutan ketiga dari bawah di dunia atau hanya sekitar 0,01 persen, berarti hanya satu dari 10 ribu orang yang memiliki keinginan untuk membaca. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan jepang mencapai 45 persen dan singapur mencapai 55 persen. Bayangkan apa jadinya nanti pada tahun 2025 jika minat baca generasi pemuda sekarang masih jauh dari kata ideal, itu artinya bonus demografi yang digadang-gadang akan menguntungkan dan diharapakan membuat perubahan bagi negara, berubah menjadi bumerang yang akan merugikan negara itu sendiri. Baca entri selengkapnya »

KH Yusuf Tauziri

Posted on

Untitled

Kyai Haji Yusuf Tauziri merupakan salah seorang tokoh pejuang Garut. Orang tuanya sudah beberapa kali memasukan ke pesantren akan tetapi ia lebih suka main bola dan pencak silat daripada menjadi seorang santri.

Tahun 1923, beliau pergi ibadah haji, Lalu beliau mendirikan mesjid dan pesantren yang dinamai Darussalam di Wanaraja, Garut. Pada zaman Jepang, beliau masuk tahanan karena dituding akan mengadakan sabotase.

Pada zaman revolusi, beliau mendirikan Tentara/laskar Darussalam yang kemudian bergabung dengan BKR yang menjadi TKR. KH Yusuf Tauziri diajak Kartosuwiryo agar mengumumkan proklamasi Negara Islam Indonesia/ Darul Islam (NII/ DI), akan tetapi beliau menolaknya. Sesudah wanaraja direbut Belanda ia hijrah ke Pesantren Cipari, sebelah utara dari Wanaraja, Pesantren Ciparilah yang dipakai Markas oleh KH.Yusuf Tauzirie sehingga sering diserang oleh pasukan DI/TII, sampai 52 kalinya.

Oleh TNI beliau dianggap besar jasanya dalam membantu lahirnya Divisi Siliwangi dan membantu pasukan Divisi Siliwangi dari serangan DI dan Belanda. Beliau meninggal di Garut pada tahun 1982, dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Darussalam Wanaraja.

PJP IV BERLANGSUNG HEBAT

Posted on

Beberapa pelajar yang terdiri dari berbagai kecamatan dari sekitar wilayah Garut Selatan dan kabupaten Tasik kini sedang antusias mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalis Pelajar yang ke IV yang di selenggarakan oleh Komunitas Ngejah.


PJP ini diselenggarakan dimulai dari hari Jum’at tanggal 10 Oktober kemarin sampai hari Minggu 12 Oktober sekarang yang bertempat di Gor Sukawangi.Diadakannya pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat para kaula muda dari kalangan pelajar tingkat SMP s/d SLTA khususnya yang berada di wilayah Garut Selatan dan Tasik.
Bagi pelajar yang memiliki hobi atau cita – cita menjadi jurnalis,fotografer atau membuat film.Kegiatan PJP ini berlangsung sangat meriah dan banyak diminati para pelajar.Karena itulah kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Ngejah.

Firda

Ibu-ibu Posyandu Belajar di Saung Komunitas Ngejah

Posted on Updated on

DSC_0138Selain menjadi tempat membaca anak-anak dan remaja, saung Komunitas Ngejah kerap digunakan untuk diskusi berbagai kalangan masyarakat, salahsatunya adalah para penggiat Posyandu. Seperti hari ini, Minggu 28 September 2014, selepas ashar empat orang penggiat Posyandu Desa Sukawangi sengaja datang ke saung Tbm Aiueo Komunitas Ngejah untuk mencari referensi tentang posyandu, berdiskusi dalam rangka mempersiapkan lomba cerdas cermat antar penggiat Posyandu se-Kecamatan Singajaya. Baca entri selengkapnya »