Latest Event Updates

Pojok Baca Mang Apin

Posted on Updated on

Pojok Baca Mang Apin
Pojok Baca Mang Apin

Usaha-usaha sederhana sebagai ikhtiar menumbuhkan minat baca masyarakat terus dilakukan oleh para relawan Komunitas Ngejah. Setidaknya ada tiga program utama yang terkait gerakan tersebut yakni melalui layanan Tamana Baca aiueo yang membuka tempat membaca dan meminjam buku yang bisa diakses setiap hari oleh masyarakat sekitar, Gerakan Kampung Membaca, serta pembangunan Pojok Baca. Setiap program, pelan tapi pasti menunjukan kemajuan, meski mungkin masih dalam skala yang kecil. Terkait layanan Taman Baca aiueo kemajuan dapat dilihat dari peningkatan jumlah pengunjung dan peminjam buku, sementara untuk kegiatan Gerakan Kampung Membaca dan Pembangunan Pojok Baca perkembangannya ditandai dengan adanya permintaan tokoh masyarakat yang meminta Komunitas Ngejah untuk berkunjung ke kampungnya. Salahseorang dari sekian orang yang meminta kesediaan Komunitas Ngejah untuk menggelar GKM dan mendirikan Pojok Baca di kampungnya adalah Mang Apin. Bapak tiga orang anak ini, yang sehari-hari mengelola kegiatan MDA (pengajian anak-anak usia SD), sudah beberapa kali datang ke saung. Baca entri selengkapnya »

Membaca Puisi di Perkebunan Teh

Posted on Updated on

kebun tehMenanamkan minat membaca pada diri anak, tentu tidak cukup hanya dengan mengatakan “Ingat adik-adik, bahwa membaca itu penting. Jadi adik-adik harus rajin membaca ya!” Sesungguhnya, banyak hal di luar itu yang perlu ditempuh oleh seseorang baik orang tua, guru atau siapapun ia yang ingin mencoba menanamkan minat baca pada diri anak-anak. Hal pertama yang perlu dilakukan sudah tentu yaitu menyediakan ragam bacaan yang akan menggugah selera anak membaca. Contohnya, dengan menyediakan buku cerita bergambar. Buku-buku cerita yang disertai dengan gambar apalagi dihiasi warna akan lebih menarik dan membangkitkan minat serta perhatian anak serta mempermudah anak dalam memahami cerita yang mungkin masih bersifat abstrak dalam kepala mereka.  Ketertarikan anak pada kegiatan membaca yang mungkin dimulai dengan membaca cerita-cerita bergambar pada perkembangannya sangat berpotensi untuk terus dipupuk, dan pada akhirnya akan melahirkan kesadaran dalam dirinya sendiri bahwa membaca itu kebutuhan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam rangka menanamkan minat membaca pada diri anak, adalah dengan sering menggelar kegiatan-kegiatan sisipan yang membuat mereka aman dan nyaman untuk berada disekeliling kita, yang memiliki misi merangsang anak membaca. Contoh kegiatan tersebut diantaranya, acara menggambar bersama, aneka lomba permainan, mendongeng, menyanyi dan ragam kegiatan lainnya yang dipercaya menimbulkan efek senang bagi anak.

Lebih lanjut, kegiatan yang sangat mungkin ditempuh untuk menanamkan minat baca anak-anak adalah dengan menggelar acara membaca bersama di alam terbuka atau di tempat-tempat yang membuat mereka nyaman. Kegiatan seperti ini sering kami lakukan untuk mengisi kegiatan libur. Seperti hari ini, Sabtu 21 Maret 2015, sejak pukul 06.00 adik-adik ngejah junior sudah berkerumun di Saung dalam rangka olah raga pagi dan membaca bersama di perkebunan teh sambawa. Sekitar pukul 06.30 kami jalan kaki dari Saung Komunitas Ngejah menuju Surapati. Setelah sampai di perkebunan teh, adik-adik ngejah junior begitu asik menikmati semilir angin sambil membaca puisi yang telah saya siapkan. Mereka membacanya dengan lantang. Ada yang sudah mampu berekspresi, ada yang hanya sekedar membaca, ada juga yang masih membaca dengan terbata-bata.

Terlepas dari kemampuan membaca pada masing-masing anak, saya melihat ada kegembiraan tersendiri pada raut wajah mereka, mungkin karena bahan bacaannya mereka sukai, mungkin juga karena kegiatan membaca dilakukan di alam terbuka, mungkin juga karena keduanya. Puisi yang mereka baca merupaka puisi-puisi yang diambil dari kumpulan puisi Mereka Menunggu Ibunya (Sajak anak-anak) karya Abdul Hadi W. M. yang diterbitkan oleh PN. Balai Pustaka, Jakarta tahun 1983. Salah satu puisi yang paling sering diplih dan dibaca oleh adik-adik ngejah junior dari kumpulan puisi tersebut, saya kutip di bawah ini.

Anak Desa

Aku anak desa
Aku tinggal di tepi kali hijau
Bersih dan jernih airnya
Segar tak ada bandingnya

Tiap hari kunikmati
kehijauan bumi
dan keindahan
matahari terbit dan tenggelam

Rumahku dikitari sawah dan air
Di sekelilingku kebahagian dan kesuburan
Di halaman rumah kutanam pohon
Telah bertahun-tahun lamanya
Kini pohonku menjulang tinggi
Rindang dan rimbun
Teduh duduk di bawahnya

Kubiarkan ia menjulang
Tak pernah kutebang
Agar burung-burung membangun sarang
Dan berkicauan di dahan-dahannya
Agar mereka tenteram dan damai
Mengasuh anak-anaknya

Setelah melihat matahari meninggi, akhirnya kegiatan membaca bersama kami akhiri. Kami pulang bersama menuju saung Komunitas Ngejah. NTA

Merancang Website Desa Sukawangi

Posted on Updated on

IMG_0523 (2)Dalam sebuah website, miniatur sebuah instansi atau lembaga bisa dihadirkan melalui internet. Setiap orang bisa melihat darimana saja dan kapan saja, meskipun beda daerah, pulau ataupun Negara. Kondisi ini menjadi kesempatan bagi Kepala Desa Sukawangi, Hardyansah untuk segera merancang website untuk desa yang dipimpinnya. Melalui kerjasama dengan Komunitas Ngejah, akhirnya keinginan ini mulai diretas. Kamis, 12 Maret 2015, bada Isya, bertempat di Sekretariat Komunitas Ngejah, percakapan santai mengenai pengembangan website desa pun menggelinding. Ditemani gerimis, saya, Ruli Lesmana, Roni Nuroni sebagai awak komunitas Ngejah, dan juga Hardyansah selaku kepala desa larut dalam obrolan seputar bagaimana merancang website desa yang mampu memenuhi kebutuhan akan terciptanya ketersediaan informasi publik, memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan program desa, memberikan gambaran kepada khalayak di luar sana tentang kemjaun pembangunan dan potensi yang dimiliki Desa Sukawangi.

Dalam kesempatan ini, sambil menikmati kopi, saya memulai obrolan tentang kemungkinan isi website. Ruli Lesmana sebagai jendral lapangan yang merancang tampilan websit dengan gesit segera menunjukan tampilan sementara website yang telah ia rancang melalui infokus. Sementara Roni Nuroni, menimpali beberapa cara menghimpun informasi awal yang memungkinkan segera dimuat. Menyimak pemaparan kami, Hardyansah mencoba merespon dengan menyodorkan konsep awal yang ia pikirkan mengenai konten website. Dari percakapan santai tersebut, tercipta sebuah gambaran bahwa konten yang memungkinkan dimuat meliputi

  • Profile Desa
  • Program-program Desa
  • Foto-foto dokumentasi, kegiatan dan Video
  • File-file penting yang perlu didownload oleh masyarakat
  • Berita seputar kegiatan desa
  • Berita lintas desa yang sekiranya penting
  • Potensi-potensi daerah
  • Apapun yang penting untuk dipublikasikan

Hal lain, yang kemudian kami diskusikan adalah tentang mini workshop untuk aparat desa dan perwakilan pemuda terkait pengembangan website kedepan. Selain itu, ke depannya, kami merencanakan, bahwa perwakilan masyarakat dari masing-masing RT yang tersebar di Desa Sukawangi harus mampu menjadi jurnalis warga dalam mewartakan peristiwa dan juga kegiatan serta potensi di kampungnya masing-masing. Hal ini kami lakukan untuk menciptakan masyarakat Sukawangi yang literat. NTA

Pemilihan Ketua IPPS

Posted on Updated on

Pemilihan Ketua IPPS Periode 2015-2017
Pemilihan Ketua IPPS Periode 2015-2017

Dalam setiap kelompok, group atau organisasi, kepemimpinan merupakan salah satu factor yang penting. Lengsernya pengurusan lama, tentu saja harus segera mendapatkan ganti. Dengan demikian, lengsernya Abdul Rojak sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Sukawangi karena terpilih menjadi Ketua RT, sontak membuat para pemuda Kampung Sukawangi menyusun rencana pemilihan untuk ketua pemuda periode 2015-2017.

Sabtu, 7 Maret 2015, pukul 19.30 bertempat di M.Ts Daaruttholibin, pemilihan pun segera digelar. Sebelum acara inti dilaksanakan, proses pembukaan, mulai dari laoran panitia, sambutan tokoh serta petunjuk teknis pemilihan digelar secara tertib. Dalam kesempatan ini Ajengan Abdul Basit sebagai salahseorang tokoh Sukawangi, sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Bayan mengemukakan beberapa hal mengenai pentingnya pemimpin dalam organisasi kepemudaa. Hal yang sama juga disampaikan oleh H. Abdul Latif. Secara umum, tokoh-tokoh yang hadir, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pemuda.

IMG_0354Setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya dikukuhkan dua orang calon, yaitu Agus Awaludin dan Abdul Hai. Sebagai pembawa Acara, dalam kesempatan tersebut Bapak Maman, segera memberikan petunjuk teknis pemilihan. Pemilihan berlangsung lancar. Masyarakat yang hadir diberikan kesempatan untuk menulis nomor 1 jika memilih Agus, dan nomor 2 Jika memilih Abdul Hai. Bukti dukungan atau pilihan ditulis dalam secarik kertas dibilik suara yang disediakan oleh panitia dan kemudian dimasukan ke dalam kotak suara. Adapun jumlah pemilih yaitu sebanyak 64 orang pemilih. Akhir penghitungan suara, ternyata memberikan kepercayaan kepada Agus Awaludin, untuk memimpin pemuda-pemudi Sukawangi untuk masa kepengurusan 2015-2017. Pengukuhan ketua baru secara simbolis, dilakukan dengan cara penyerahan segala macam bentuk adminitrasi IPPS dari ketua lama kepada ketua baru. Dalam kesemoatan ini, hadir juga Kepala Desa Sukawangi, Hardyansah, yang turut serta memberikan ucapan selamat kepada para pemuda Sukawangi yang mampu melaksanakan pola regenerasi dan menjalankan demokrasi.***NTA

Posted on

Menulis judul buku pada buku peminjaman
Menulis judul buku pada buku peminjaman

Lokasi Komunitas Ngejah yang berada di Pusat Desa, membuat masyarakat Sukawangi dan sekitarnya mudah menjangkaunya. Selain itu, khusus untuk beberapa sekolah yang berada pada radius 50-200 meter dari saung, siswa-siswanya sangat memungkin untuk menafaatkan waktu senggang, saban hari menjambangi saung, untuk membaca atau sekedar meminjam buku. Seperti hari ini, Sabtu 7 Maret 2015. Bel berbunyi. Anak-anak berhamburan ke luar kelas. Jika beberapa tahun yang lalu hampir semua siswa berlarian ke kantin sekolah, untuk mengisi perutnya yang mulai keroncong. Ada pemandangan yang berbeda, saat ini. Sebagian dari mereka, berlari meninggalkan kelas untuk bertandang ke saung. Mereka meminjam buku sebelum jajan. “Janten jajanna tiasa bari maca novel, ari nambut heula novelnamah” begitu seloroh salahseorang siswa. Rutinitas meminjam yang sering berulang, akhirnya membuat mereka tak canggung lagi datang ke saung. Selepas salam, dan menyapa Dede Rofi atau Ruli Lesmana, relawan tetap Komunitas Ngejah serta Atep seorang siswa SMK yang sedang melaksanakan Prakerin, mereka langsung memilih buku dan menuliskannya pada buku administrasi peminjaman. NTA

Resti Berbagi Ilmu Kerajinan Tangan

Posted on Updated on

RESTI
RESTI

Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentu saja harus memiliki keinginan untuk berbagi dengan lingkungan, berbagi apa saja yang sekiranya positif, mungkin dalam bentuk pengetahuan atau pun keterampilan. Hal ini ternyata diimani oleh Resti, seorang gadis Pancasura yang saat ini sedang menempuh pendidikan di UIN Jakarta. Mengetahui mengenai keberadaan Komunitas Ngejah sebagai wadah gerakan anak muda Singajaya dan sekitarnya, yang mencoba konsen dalam gerakan literasi serta sering mengadakan pelatihan life skill bagi anak muda dan masyarakat sekitar, tanpa berpikir panjang ia segera menjambangi saung Komunitas Ngejah. Menurut pengakuannya, selain bersiltaurahmi ia ingin berbagi kemampuannya dalam bidang kerajinan tangan dengan menggunakan bahan kain panel. Niatnya lahir, selepas ia mendapatkan informasi dari seorang sohibnya sejak kecil, tentang pelatihan serupa yang pernah digelar di Saung Komunitas Ngejah. Rabu 25 Februari 2015, ia segera merealisasikan niatnya, bertandang ke saung Komunitas Ngejah. Melalui percakapan santai diketahui, bahwa salahsatu sumber dana, biaya kuliahnya ia dapatkan dari keterampilan tersebut. Karena kegiatan tidak direncanakan sejak awal, maka peserta yang hadir hanya beberapa orang anggota dan relawan Komunitas Ngejah yang kebetulan sedang membaca di saung. Ke depan, ia akan berkoordinasi dengan pihak Komunitas Ngejah, untuk menyelenggarakan kegiatan dengan lebih matang dan terencana. “Ieumah etang-etang silaturahmiwe heula, kapayun insyaalloh abdi ameng deui kadieu, kemah direncanakeunwe waktosna, supados pesertana seueur, mamanawianwe tiasa janten pakasaban, minimal kanggo uang jajan” seloroh Resti sebelum meninggalkan saung. NTA