Resti Berbagi Ilmu Kerajinan Tangan

Posted on Updated on

RESTI
RESTI

Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentu saja harus memiliki keinginan untuk berbagi dengan lingkungan, berbagi apa saja yang sekiranya positif, mungkin dalam bentuk pengetahuan atau pun keterampilan. Hal ini ternyata diimani oleh Resti, seorang gadis Pancasura yang saat ini sedang menempuh pendidikan di UIN Jakarta. Mengetahui mengenai keberadaan Komunitas Ngejah sebagai wadah gerakan anak muda Singajaya dan sekitarnya, yang mencoba konsen dalam gerakan literasi serta sering mengadakan pelatihan life skill bagi anak muda dan masyarakat sekitar, tanpa berpikir panjang ia segera menjambangi saung Komunitas Ngejah. Menurut pengakuannya, selain bersiltaurahmi ia ingin berbagi kemampuannya dalam bidang kerajinan tangan dengan menggunakan bahan kain panel. Niatnya lahir, selepas ia mendapatkan informasi dari seorang sohibnya sejak kecil, tentang pelatihan serupa yang pernah digelar di Saung Komunitas Ngejah. Rabu 25 Februari 2015, ia segera merealisasikan niatnya, bertandang ke saung Komunitas Ngejah. Melalui percakapan santai diketahui, bahwa salahsatu sumber dana, biaya kuliahnya ia dapatkan dari keterampilan tersebut. Karena kegiatan tidak direncanakan sejak awal, maka peserta yang hadir hanya beberapa orang anggota dan relawan Komunitas Ngejah yang kebetulan sedang membaca di saung. Ke depan, ia akan berkoordinasi dengan pihak Komunitas Ngejah, untuk menyelenggarakan kegiatan dengan lebih matang dan terencana. “Ieumah etang-etang silaturahmiwe heula, kapayun insyaalloh abdi ameng deui kadieu, kemah direncanakeunwe waktosna, supados pesertana seueur, mamanawianwe tiasa janten pakasaban, minimal kanggo uang jajan” seloroh Resti sebelum meninggalkan saung. NTA

Mading Fest SMPN 2 Singajaya

Posted on Updated on

Mading Fest SMPN 2 Singajaya
Mading Fest SMPN 2 Singajaya

Suasana SMPN 2 Singajaya, Rabu, 25 Februari 2015, tidak seperti biasanya. Para siswa begitu sibuk, serius dengan pekerjaannya masing-masing, melakukan tahap finishing dalam mengkreasi Mading atau Majalah Dinding, yang di letakkan di atas meja yang disediakan oleh panitia. Sebanyak 14 kelompok sebagai perwakilan kelas, mulai kelas 7 sampai kelas 9, ditambah dengan kelompok Pramuka dan OSIS, terlibat dalam kegiatan Mading Fest, mereka berkumpul bersama memamerkan hasil karyanya. Menurut Putri, Ketua Osis SMPN 2 Singajaya Kabupaten Garut, Mading Fest atau Festival Mading merupakan program perdana periode kepengurusan 2015-2016. Kegiatan tersebut mengambil tema “All The Love Around Us” atau “Semua Cinta di Sekitar Kita.”  Lebih lanjut ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut untuk tujuan menggali kreativitas siswa dalam budaya literasi. “Kegiatan ini merupakan wadah atau ruang untuk siswa SMPN 2 Singajaya menggali dan mengembangkan potensi dirinya, khusunya dalam bidang literasi. Dengan menulis dan berkreasi, saya percaya akan ada banyak potensi yang bisa mereka curahkan. Selain itu dengan melihat usia mereka yang tergolong termasuk usia remaja, di mana berbagai pergaulan negative seringkali menyeretnya ke lingkungan-lingkungan yang kurang bahkan tidak baik, maka perlu adanya ruang-ruang kreatif yang mampu memfasilitasi mereka untuk memanfatkan waktunya, dalam hal kebaikan.” ungkap Cep Erza Ekasusila, guru Bahasa Inggris sekaligus sabagai salahseorang guru yang setia mendampingi kegiatan tersebut dari awal sampai akhir.

Mading Fest SMPN 2 Singajaya
Mading Fest SMPN 2 Singajaya

Mading sarat dengan kreativitas karena di dalamnya terdapat kegiatan membaca, menulis, berdiskusi dan memadukan berbagai teknik untuk mewujudkan sebuah majalah dinding yang indah dan menarik. Sebagaimana penuturan Teguh, salahseorang guru yang diterlibat penuh membimbing siswa/siswinya untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. “Semoaga kreativitas mereka semakin terasah dengan adanya kegiatan Mading Fest, ini.” Begitu imbunya, pada penghujung wawancara dengan tim Komunitas Ngejah. Menurut salahseorang peserta, Mading dibuat melalui rangkaian proses dengan membutuhkan waktu minimal satu minggu. Sebelum dipajangkan dalam event tersebut, sebelumnya para peserta mulai membuat karya secara berkelompok, dalam bentuk cerita pendek, puisi, gambar, berita, kaligrafi, hingga pernik-pernik dengan merujuk pada tema kegiatan “Semua Cinta di Sekitar Kita”. Karya yang sudah mereka buat, kemudian disusun dan dikreasi bersama di kelas masing-masing melalui media Mading. Setelah seleasi, kemudian Mading dikumpulkan dan dipamerkan si sebuah ruangan, untuk kemudian dinilai. Seperti yang terlihat oleh tim Komunitas Ngejah, beragam hiasan dan bentuk Mading, tersaji pada meja yang telah disediakan panitia. Begitu berfariasi dengan pernak-pernik yang cukup lucu.

MADING SMPN 2 SINGAJAYA 2Selain itu, Festival Mading antar kelas se-SMPN 2 Singajaya ini sangat unik dan menarik. Salahsatunya, bisa dilihat dari bentuk tahapan penilaian, yang meliputi sesi madding persentasi, madding critic, madding visit, madding final scoring dan madding selfie. Setelah melalui rangkaian penilaian di atas, akhirnya keluarlah pemenang hasil perlombaan yaitu juara 1 oleh kelas 8A, juara 2 oleh kelas 7D, dan juara 3 oleh kelas 9A. Menurut Cep Erza, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada festival saja, namun pembinaan terhadap kepengurusan Mading akan semakin ditingkatkan. Selain itu, ke depan masing-masing kelas akan mengisi Mading secara bergiliran setiap dua minggu sekali. Hal yang juga tak kalah menariknya adalah, untuk memberikan nilai keteladanan, rencananya guru-guru SMPN 2 Singajaya tidak hanya membimbing siswanya untuk berkreaitivitas melalui media Mading, namun juga akan membuat Mading khusus untuk mereka isi dengan konten pembelajaran, seni sastra, gambar, kaligrafi dan konten lainnya.

Penulis:

Ruli Lesmana, bergiat di Komunitas Ngejah.

Nyoo Globe

Posted on Updated on

Dodon, Aldi Jeung Dadit, nyoo globe di Komunitas Ngejah
Nyoo globe di Komunitas Ngejah

“Pak nambut itu” Ceuk Dodon, bari nunjuk kana globe nu ditunda dina luhureun rak buku. “Nu mana?” Ceuk uing. “Nu ageungwe Pak” Ceuk Dadit.Kabeneran globe di sêkrêtariat Komunitas Ngêjahtêh aya dua siki. Badag hiji, leutik hiji. Song ku uing dibikeun. Teruswê uing ngag utrut deui nuluykeun pagawêan. Kabeneran poe ieu uing keur pakupis, nuluykeun tulisan penelitian. Sanggaeus pagawêan rêngsê. Terus uing ningalikeun ketak barudak. Dodon tutunjuk kana hiji titik dina globe. “Tah didieu Sukawangimah” Ceuk Dodon ka Aldi jeung Dadit. Aldi jeung Dadit ungleuk, ngaheueuhkeun, siga nu heueuh ngarti, bari singgerendeng siga keur ngêjah. Uing mesem. “Ari Sindangsari di mana?” Ceuk Dadit. “Tah ieu Sindangsarimah” Ceuk Dodon bari nunjuk deui kana hiji titik, nu teu pati jauh tina titik nu tadi ditunjuk kumanêhna.”Ohhh…” Mani kompak, Aldi jeung Dadit bareng nêmbalan. Uing nahan seuri. Heueuh, sok laba carita pikaseurieun ari merhatikeun kalakuan bolon nu arulin di Saung Komunitas Ngêjahteh. Rupa-rupa waê. Aredun imajinasinatêh. Apanan Aldi jeung Dadittêh can bisa maca, maklum can asup sakola. Tapi êta siga nu enya, ungleuk ngaheueuhkeun naon nu diomongkeun ku Dodon. Terus singgerendeng, siga nu keur ngêjah. “ES-SU-KA-WA-NGI” Pokna. Atuh Dodon, macanatêh lêlêngkah halu kênêh. Tapi eta ku yakin nunjukeun lemburna jeung tatangga lemburna sorangan, nyaêta Sukawangi jeung Sindangsari, dina globe. Barinagê, pan moal dituliskeun ieuh ngaran lemburmah. “Ah meureun ieuteh isyarat, yen barudak nu tilutêh, hijiwaktu bakal mawa lemburna nyaêta Sukawangi, mengglobe, hehehe… maksudtêh MENDUNIA” Ceuk gerentes hatê… Amiin. (NTA)

DKR Gerakan Pramuka Kec. Singajaya Menggelar Lomba LKBB Tingkat Penggalang

Posted on Updated on

090909093Dalam rangka menghidupkan kembali kepramukaan di Kwartir Ranting singajaya, minggu (01/02/15) DKR (Dewan Kerja Ranting) singajaya menyelenggarakan kegiatan Lomba Keterampilan Baris-berbaris (LKBB) tingkat  penggalang SLTP se-kecamatan Singajaya dan kecamatan Banjarwangi.  Kegiatan ini di ikuti oleh beberapa sekolah yaitu MTs Riyadlul Huda, MTs Al-Ma’mun, MTs Al-Baqiyatussolihat, MTs Riyadlul Faidzin, SMPN 01 Singajaya dan SMPN 02 Singajaya. Acara ini juga dihadiri oleh Awal Riftian Haeruman selaku Ketua DKC ditemani oleh Nolis Widiawati selaku wakil ketua DKC dan Lukman Nurhakim selaku ketua Pandega kegiatan kepramukaan. Sekitar pukul 08.30 wib, acara Lomba Keterampilan Baris-berbaris dimulai. Sebelum para peserta saling unjuk kebolehan dan kepiawaian dalam baris-berbaris, Nurul Wasilah selaku ketua DKR Singajaya bersama Resi Andini selaku panitia DKR menyambut sekaligus memberikan pengarahan demi terciptanya kedisiplinan acara. Acarapun berlangsung dan para peserta begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini. MTs Riyadlul Faidzin dengan no urut 001 menjadi penampilan pertama, penampilan kedua dari MTs Al-Ma’mun dan selanjutnya penampilan dari peserta lainnya. Penampilan mereka memang luar biasa sehingga teriakan memberikan semangat dari para peserta lainpun tak terhindarkan. “Lomba Keterampilan Baris-berbaris ini memang bagus. Jadi kepramukaan tidak hanya di sekolah-sekolah saja, tapi dengan membuat kegiatan seperti ini. Saya berharap kedepannya lebih berkembang dan lebih maju lagi”, ujar Awal Riftian Haruman selaku ketua DKC.

0909509097Acara LKBB pun selesai, para  peserta harap-harap cemas menunggu nilai hasil perlombaan. Acara LKBB ini juga dimeriahkan dengan tampilnya Grup Band VoB (Voice of Baqitos) dengan membawakan lagu-lagu andalan VoB. Alhasil dengan tampilnya VoB yang memukau dengan kepiawaiannya dalam memainkan alat musik, para peserta yang tadinya sangat kelelahan setelah perlombaan dan ketegangan dalam persaingan seakan hilang seketika. Beberapa lagu telah dilantunkan VoB dan para peserta pun sangat terhibur. Setelah penampila VoB selesai, kini saatnya pengumuman kejuaraan. Juara pertama dimenangkan oleh MTs Al-Ma’mun, diikuti SMPN 01 Singajaya sebagai juara kedua dan MTs Al-Baqiatussolihat sebagai juara ketiga. Setelah pengumuman kejuaraan dan pembagian piala selesai acara LKBB (Lomba Keterampilan Baris-berbaris) tingkat penggalang se-Kecamatan Singajaya dan Banjarwangi ini diakhiri dengan upacara penutupan dan foto bersama antara panitia dan peserta. Baca entri selengkapnya »

Lomba Kinerja Kecamatan di Singajaya

Posted on

qwPada hakikatnya, penilaian sinergitas kinerja pada suatu instansi seperti kecamatan merupakan salah satu alat perekat kerukunan masyarakat melalui partisipasi, kerja sama, dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan desa. Keberhasilan pembangunan desa bisa terwujud dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial budaya, politik, serta terpeliharanya lingkungan hidup yang mendukung pembangunan berkelanjutan yang dampaknya dapat dirasakan semua pihak. Dimana yang menjadi salahsatu bahan penilaian adalah bagaimana administrasi, pelayanan sosial kepada masyarakat, program-program yang telah berjalan. Itulah yang disampaikan ketua TIM Penilai Mlenik Numeryadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebuayaan Kab. Garut saat di wawancarai TIM Komunitas Ngejah. Baca entri selengkapnya »

VoB tampil di “Chatting Udara” 9TV Garut

Posted on Updated on

Persiapan Penampilan VoB
Persiapan Penampilan VoB

Selasa (27/01/2015) mungkin menjadi momen yang tidak akan bisa terlupakan oleh VoB (Voice of Baqitos). Band sekolah kebanggaan MTs. Al-Baqiyatussholihat dengan formasi Firda Kurnia (lead Guitar,Vocal) Sitta Tazkia (lead Vocal) Widi Rahmawati (Bassist,vocal) Euis Siti Aisyah (Drumer) Hilda Hindayani (Guitar) Nisa Hamidah (Pianika) Suci Wulandari (Ukulele) serta di dampingi oleh Abah Erza selaku guru pembimbing dan pencetus VoB,  tampil di acara “Chatting Udara” 9TV Garut. Penampilan yang perdana di sebuah televisi ini dimanfaatkan sebagai momen mengaktualisasikan diri dalam sebuah karya yang VoB suguhkan.

Penampilan VoB di 9TV Garut
Penampilan VoB di 9TV Garut

Para personil VoB merasa sangat bangga dan senang bisa tampil di acara televisi dan merasa itu sebuah mimpi. VoB tampil secara apik dengan membawakan 5 lagu termasuk lagu andalan VoB berjudul “Abring-abringan”. Ketika di tanya selesai acara tersebut, salahsatu personil VoB mengatakan mereka sangat senang dan kami serasa mimpi sehingga mereka akan terus bermimpi. “ Acara ini bikin kita gak takut lagi bermimpi, terus kita juga jadi belajar menghargai waktu dan setiap kesempatan”, kata Firda Kurnia (lead Guitar,Vocal).

Penampilan Apik VoB di Chatting Udara 9TV Garut
Penampilan Apik VoB di Chatting Udara 9TV Garut

Bukan hanya para personil yang merasa bangga bisa tampil di sebuah acara televisi, namun Abah Erza yang juga sebagai pembimbing merasa sangat senang dan merasa bangga serta berkesan. Abah Erza juga mengatakan bahwa salahsatu manfaat media ialah menjadi salahsatu ruang untuk bisa mewujudkan mimpi. “ Acara ini benar-benar membelajarkan kita untuk berani menagaktualisasikan diri dan berani percaya bahwa media bisa menjadi ruang untuk mewujudkan mimpi”, ujar Abah Erza dengan perasaan senang dan bangga.***(Komunitas Ngejah/RN).

Semangat Gotong Royong di Kecamatan Singajaya

Posted on Updated on

Gotong RoyongKekhawatiran akan lunturnya semangat gotong royong tidak hanya sekedar menjadi pernyataan belaka bagi aparat pemerintahan Kecamatan Singajaya. Selasa, 3 Februari, pihak Pemerintahan Kecamatan Singajaya bersama-sama dengan Koramil, masyarakat Desa Pancasura, serta bebera organisasi di Kecamatan Singajaya menggelar kegiatan gotong royong membersihkan jalan raya Pancasura, yang menghubungkan Desa Sukawangi dengan Desa Ciudian. Lukman sebagai Koramil Singajaya mengatakan, bahwa selain sebagai upaya silaturahmi kegiatan tersebut juga adalah sebuah upaya menjalinan kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat. Baginya, semnagat gotong royong harus terus dipupuk di tengah-tengah kemajuan zaman yang semakin pesat. Globalisasi tidak harus mengikis semangat kebersamaan untuk membangun daerah, khususnya di pedesaan. Baca entri selengkapnya »