Saung Komunitas Ngejah dan Beberapa Rutinitas di Dalamnya

Posted on Updated on

1012924_4491139016202_839658357_n

Dalam Usianya yang sudah menginjak tahun ke dua, akhirnya Komunitas Ngejah memiliki saung, sebuah rumah panggung terbuka yang terbuat dari bambu dan kayu, yang sengaja didirikan secara terpisah dari tempat yang sebelumnya sudah dijadikan sekretariat Komunitas Ngejah. Secara swadaya dengan dana seadanya, pengurus sengaja menyediakan tempat ini sebagai saung Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah. Taman Baca aiueo merupakan sub organ Komunitas Ngejah yang mengkhususkan diri untuk mengkampanyekan minat baca. Meski belum lengkap dan tidak begitu banyak, buku-buku  sengaja disediakan untuk bahan bacaan masyarakat sekitar dari segala jenis usia.

Tepat pada awal Ramadhan 1434 H, Saung Komunitas Ngejah selesai dibangun dan mulai digunakan. Pada awalnya banyak pihak/masyarakat sekitar yang mengira saung ini akan dijadikan warung nasi. Seiring waktu, melalui pemberiataan dari mulut ke mulut masyarakat mulai tahu bahwa saung ini akan difungsikan sebagai tempat membaca. Oleh karena itu, secara berangsur setiap siang atau sore beberapa orang anak berkunjung ke saung untuk membaca sambil ngabuburit. Hampir setiap hari jumlah pengunjung mengalami peningkatan. Mulai dari dua, tiga, empat dan saat ini sudah mencapai rata-rata sekitar sepuluh orang anak yang berkunjung ke saung untuk setiap harinya.

1012263_4502142451281_1514224293_n 969535_4491098695194_253656773_n 970991_4492135401111_2046610127_n 1001233_4502118850691_1834165323_n1002311_4502146851391_1640135634_n946336_4502141731263_636925283_n

Jika  kebanyakan anak-anak berkunjung ke saung pada siang atau sore hari, beda halnya dengan orang-orang dewasa, mereka datang ke saung pada malam hari, atau lebih tepatnya yaitu selepas melaksanakan solat tarawih. Hampir setiap malam, selama Bulan Ramadhan Saung Komunitas Ngejah dikunjungi oleh masyarakat, khususnya yang berada di Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut. Rata-rata dari mereka datang ke saung untuk ngobrol ngaler ngidul seputar isu-isu pembangunan yang beredar di lingkungan masyarakat atau pun tentang tema-tema lain. Ruli Lesmana dan Roni Nuroni sebagai kuncen saung, dalam hal ini selalu berusaha menyediakan waktu untuk menemani para pengunjung. Tidak jarang keduanya terlibat aktif, larut dalam obrolan sambil sesekali memberikan pemahaman tentang pentingnya membaca. *** NTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s