Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah dan Saung Bacanya

Posted on Updated on

Membaca merupakan sebuah kegiatan yang diperintahkan secara langsung oleh Alloh SWT, melalui firmannya dalam surat Al-Alaq. Kegiatan membaca tentunya tidak akan ada jika tidak ada orang yang mau menulis. Oleh karena itu maka kegiatan membaca dan menulis merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan.

Meskipun banyak orang memahami bahwa membaca  itu penting dan akan menelurkan banyak manfaat, namun realita di lapangan menyatakan bahwa minat membaca dan menulis di Indonesia masih sangat rendah dan kurang. Hasil survai UNESCO menyatakan  Indonesia adalah negara dengan minat baca masyarakat paling rendah di ASEAN (Diakses: 16 Juni 2013, http://otomotif.kompas. com). Menurut United Nations Development Programme (UNDP) dari data Human Development Index (HDI) terbaru, dari 169 negara Indonesia menduduki peringkat atau urutan ke-108. (Diakses: 16 Juni 2013, http://www.tempo.com). Kondisi ini tentunya akan melahirkan kegelisahan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan peradaban Bangsa Indonesia. Bukankah tingkat peradaban dan kemajuan Bangsa itu dapat diukur dari tingkat kemampuan membaca dari warga negaranya.

Menyadari kondisi di atas, sehimpunan pemuda Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut yang tergabung dalam sebuah wadah yang bernama Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah, terus mencoba mengkampanyekan pentingnya membaca. Dalam hal ini, untuk mempermudah gerakan membaca tersebut para pengurus Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah yang dipimpin oleh Nero Taopik Abdillah (Opik, M.Pd), secara swadaya kemudian mendirikan sebuah saung baca. Saung yang terbuat bambo dan kayu ini terletak di Kampung Sukawangi, dengan ukuran 4 x 5 m. Pada awal berdiri, hampir setiap hari saung baca banyak dikunjungi oleh warga sekitar dari berbagai tingkatan usia. Namun kebanyakan pengunjung berada pada tingkat usia PAUD dan SD.

???????????????????????????????DSC02533 ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Perlahan tapi pasti, para pengunjung tidak hanya berasal dari warga sekitar saung, namun saat ini para pengunjung ada juga yang berasal dari desa tetangga bahkan kecamatan di luar Singajaya. Kondisi ini tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para pengurus. Wina Mulyati sebagai petugas harian (relawan) mencatat pengunjung yang membaca untuk setiap harinya tidak kurang dari sepuluh orang.”Alhamdulillah para pembaca sudah lumayan banyak, masalahnya terletak pada kurangnya koleksi buku yang kami miliki, khusunya buku anak-anak, pertanian, peternakan dan keagamaan” imbuhnya. Oleh karena itu ia berharap semoga ke depannya ada orang atau pihak yang mau mendermakan buku-buku bagi perkembangan membaca masyarakat sekitar.

Penulis

Insan, anggota Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s