Komunitas Ngejah Bercakap dengan Mendikbud

Posted on Updated on

Ruli dan Roni bersama MendikbudSebuah kebanggan tersendiri bagi kami para pengurus Taman Baca AIUEO Komunitas Ngejah bisa mendapatkan ruang untuk menjadi bagian peserta kegiatan Festival Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tingkat Nasional yang digelar 9-12 Oktober 2013 di Gedung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Berdasarkan beberapa pertimbangan Nero Taopik Abdillah sebagai ketua Komunitas Ngejah mendelegasikan amanah kepada saya (Ruli Lesmana) dan Roni Nuroni untuk menimba ilmu menjadi perwakilan komunitas ngejah dalam gelaran tersebut. Dengan Bismillah, kami berangkat bersama rombongan yang dipimpin Bu Heni dan Bu Santi sebagai pasangan ketua dan sekretaris F-TBM Jawa Barat.

Gelaran Festival TBM Nasional yang mengusung tema “Wawasan Meluas, Kerja Membumi, Meraih Mimpi“ memberikan berbagai pengalaman bagi kami, setidaknya untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang kegiatan literasi dari seluruh peserta yang mewakili masing-massing provinsi di Indonesia. Selain kesempatan untuk berdiskusi dengan perwakilan peserta, pada hari kedua  tanpa terkira seorang pengunjung yang tiada lain adalah Bapak Muhammad Nuh sebagai Mendikbud menjambangi stand F-TBM Jawa Barat. Siang itu sekitar pukul 14.00 WIB (11/10) di tengah-tengah kerumunan pengunjung festival stand FTBM Jawa Barat beliau menyempatkan diri untuk bercakap dengan kami. “Kenapa namanya Komunitas Ngejah?” Tanya Pak Menteri. “Sesuai arti dari diksi ngéjah (bahasa Sunda), bila dalam bahasa Indonesia eja atau mengeja, Ngejah itu sebuah proses belajar membaca dari dasar, secara perlahan-lahan sebelum bisa membaca dengan lancar. Filosofi dari ngejah ini kemudian kami adaptasi sebagai bekal hidup untuk senantiasa mau belajar” saya mencoba menjelaskannya. Setelah itu, Pak Menteri bertanya tentang program yang telah dilakukan TBM AIUEO Komunitas Ngejah. Dalam hal ini, kawan saya, Roni Nuroni salah seorang pengurus Komunitas Ngajah mencoba menjelaskan tentang kegiatan Pelatihan Jurnalistik Pelajar, Gerakan Kampung Membaca, dan tentang kehadiran para relawan dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut dan Bandung yang mau berbagi ilmu dengan kawan-kawan anggota Komunitas Ngejah tanpa mendapatkan imbalan.

Pada akhir perjumpaan, Pak Menteri mengajak kami berkeliling di sekitar stand F-TBM Jawa Barat dan melihat photo-photo kegiatan yang ditempel di dinding-dinding stand “Kreatif dan istimewa lanjutkan perjuangannya, tidak ada perjuangan yang sia-sia apalagi kalian masih muda, pasti ini akan bermanfaat.” Begitu kalimat penutup yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Nuh sebelum melanjutkan kunjungannya ke stand-stand yang lain.

Penulis:

Ruli Lesmana

(Pengurus TBM AIUEO Komunitas Ngejah berdomisili di Kampung Sukawangi Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut)

 Terbit di Surat Kabar Priangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s