Komunitas Ngéjah dan Peristiwa

Posted on Updated on

20131018_162526 Membaca dan menulis bukan kesibukan yang melibatkan bahasa semata, tetapi juga pemahaman. Di sini pembaca dan penulis sama-sama dituntut sadar akan apa yang mesti dibaca dan ditulis, apa yang harus dicermati sekilas atau berulang-ulang pada hamparan teks, dari sekelumit situasi yang telah, sedang, atau akan berlangsung.

20131018_162045Maka, teks yang sehat tidak hanya lahir dari ide, tetapi juga bersumber dari sikap penulis. Pembaca pun demikian. Tanpa itu, pembaca hanya menghabiskan waktu senggang untuk memamah huruf-huruf mati sebagai kegiatan konsumtif yang sia-sia. Ia tidak memproduksi apa-apa, nalar dan nalurinya tak berfungsi, dan kesadarannya sebagai makhluk berpikir tidak bekerja. Selamanya, ia hanya akan menjadi objek yang jadi korban setiapkali berhadapan dengan teks maupun peristiwa, bukan sebagai subjek yang punya sudut pandang ajeg.

Sebuah kredo: penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

1385610_4803108614700_1410107685_n 1381475_4803111134763_1111712302_n Ruli dan Roni bersama Mendikbud

Setidaknya dari gagasan itu, beberapa pemuda dan santri di kampung Sukawangi, Desa Sukawangi, Kecamatan Singajaya, Garut Kidul telah beberapa tahun meretas jalan yang sadar untuk sama-sama melatih daya kreatif guna menghimpun optimisme generasinya, yang di kemudian hari diharapkan dapat menjadi faktor pendukung kemapanan lingkungan sekitar, menghantar generasi berikutnya ke arah yang lebih cerah.

Bermodal kesadaran dan ide tersebut, sejak tiga tahun lalu Nero Taopik Abdillah dan kawan-kawan, mereka yang kemudian menamai diri “Komunitas Ngéjah” mulai mengumpulkan bahan-bahan, artikel-artikel, buku-buku, puisi, video dokumenter, film, musik, relasi yang punya kesamaan misi dan visi, serta menyusun cita-cita yang tak sederhana.

Sesuai arti dari diksi ngéjah (bahasa Sunda), bila dalam bahasa Indonesia eja atau mengeja, mereka berjalan perlahan-lahan dan sabar. Ada kalanya mesti tertatih-tatih lantaran habis nafas.

Pada masa kecemasan seperti itu, doa-doa yang dipanjatkan santri dan pemuda selalu terkabul, tutur salah seorang pegiatnya, Ruli Lesmana. Beberapa aktifis atau kelompok-kelompok kesenian dan jurnalistik dari beberapa kota, terutama dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut dan Bandung datang berkunjung. Bukan hanya menyumbang nafas, dan tentu saja bukan untuk ber-rekreasi, lebih-lebih nongkrong santai di perkebunan teh, menghirup udara perkampungan yang mulai berbaur dengan parfum kota yang aneh, bukan untuk ngaliwet atau makan-makan. Mereka yang datang bersilaturahmi senantiasa memberi harapan, memantik gagasan yang nyaris padam.

Penduduk sekitar pun maklum akan situasi dan kegelisahan mereka yang bergiat di Komunitas Ngéjah. Guru, Ulama, Ojek, Petani, Pedagang, untuk tak menyebut beberapa profesi, sama-sama memberi dukungan yang tidak cuma alakadarnya.

Setiap tahun, sejak tahun pertama, mereka tidak pernah kehabisan materi, motivasi, tenaga, serta ide kreatif untuk menyelenggarakan kegiatan, dari yang sederhana hingga yang monumental. Produktifitasnya tidak hanya melahirkan teks-teks yang mereka pajang di Majalah Dinding atau berkesempatan muncul di media, film dokumenter yang mencoba mendokumentasikan hidup, tetapi juga melahirkan peristiwa demi peristiwa yang menarik untuk disimak.

Pada tanggal 10-12 Oktober 2013, pegiat Komunitas Ngejah mendapat tempat yang istimewa dan diapresiasi secara khusus oleh pemateri-pemateri Festival Taman Bacaan Masyarakat Nasional di ibu kota, Jakarta. Selain berkesempatan untuk bertukarpikiran dan pengalaman dengan pegiat dari komunitas atau taman baca lainnya se-Indonesia, mereka pun membaca dan menulis ulang gagasannya sendiri, yang tak sederhana.

 292729_3639347316974_1663017505_n

Deri Hudaya, pegiat sastra di Majelis Sastra Bandung. Tulisannya pernah dimuat di Pikiran Rakyat, Tribun Jabar, Galamedia, Jurnal Sajak, Sastra Digital, Manglé, Cupumanik, Galura, dll.

di muat di HU. Radar Tasikmalaya edisi Minggu 27 Oktober 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s