Menyerap Ilmu dari Rombongan SST

Posted on

Sekitar lima hari yang lalu, aku mendapatkan kabar lewat pesan singkat telepon genggam “Salam Ngejah… Kita kedatangan tamu istimewa loh! (1. Kang Saeful Badar, Penyair/Redaktur Budaya Radar Tasik sekaligus pengasuh Sanggar Sastra Tasik (SST) 2. Amang S Hidayat, Pembina Teater Bolon 3. Serta beberapa orang mahasiswa yang bergiat di SST. Mari berdiskusi tentang puisi, teater, dan proses menulis. Ingat..Ingat waktunya Minggu 3 November 2013 pukul 09.30 s/d selesai di Saung Komunitas Ngejah. Ets… jangan lupa ajak yang lain yah! Sebarkan!”

Ya, hari ini, Minggu 3 November. Semangat pagi, semangat mencari ilmu, semangat berdiskusi dengan tamu-tamu istimewa yang akan menyebarkan ilmu. Saung Komunitas Ngejah adalah tempat kami berkumpul. Sekitar pukul 09.00 beberapa orang teman sudah Nampak menunggu, tapi yang lainnya belum jua datang. Setelah dikonfirmasi ternyata kebanyakan dari kawan-kawan yang sering mengikuti Diskusi Mingguan Komunitas Ngejah ternyata tak bisa hadir dengan alasan sibuk menyiapkan acara untuk Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) menyambut tahun baru islam di masing-masing sekolah atau kampungnya.

Gambar

Gambar

Sekitar pukul 10.00., akhirnya acara pun dimulai, Kang Nero membukanya dengan mengajak peserta diskusi membacakana Bismillah bersama. Selepas itu, Sifa Siti Rahmawati siswi kelas III MI Riyadlul Huda membacakan puisi Sajak untuk Ibu karya Nero Taopik Abdillah, dan disusul pembacaan puisi Jagat Alit karya Godi Suwarna oleh Vita Sizu , siswi kelas IX SMAN 20 Garut. Tanpa basa-basi Kang Nero selanjutnya memperkenalkan rombongan SST yang menyempatkan hadir di saung Komunitas Ngejah untuk berbagi ilmu, ada Kang Saeful Badar, Kang Irvan, Wa Ajim, The Denti, Kang Jun, Kang Hisyam, dan Kang Ricky. Dari perkenalan tersebut diketahui, ternyata Kang Amang tak bisa hadir karena ada keperluan mendadak.

Selanjutnya, acara diisi dengan sesi diskusi. Kang Saeful Badar memulai perbincangan dengan memberikan gambaran bahwa kegiatan menulis, termasuk puisi, harus selalui dimulai dengan kegiatan membaca. Beliau memberikan ilustarasi tentang beberapa tokoh atau ilmuwan ternama yang sukses karena memiliki kebiasaan membaca yang baik. Pernyataan-pernyataan ini selanjutnya dikuatkan oleh pernyataan Kang Irvan. Lebih lanjut Kang Irvan bercerita mengenai gurunya waktu SD yang selalu mengarahkan ia bersama rekan-rekannya untuk selalu menyisihkan waktu untuk membaca, walau pun sedang memiliki kegiatan yang sangat sibuk. Kenangan Kang Irvan akan masa kecilnya, ternayata menggugah kenangan Kang Saeful Badar waktu mengajar. Kang Badar kemudian bercerita tentang beberapa muridnya yang sekarang sering menghubungi dan ternyata sudah sukses. Menurutnya salah satu kunci keberhasilan dari kesuksesan tersebut karena mereka memiliki ilmu pengetahuna yang cukup, yang pada awalnya didapat dari membaca.

Gambar

Gambar

Sebagai juara piala dunia lawak, Wa Ajim tentunya memiliki banyak atau cara untuk membuat orang terkekeh. Saat beliau diberi kesempatan untuk mengisi diskusi, beliau memilih untuk melawak. Satu kalimat yang terngiang “Cerpenis itu kalau laki-laki, kalau perempuan tentunya berbeda.” Hahahaha…… Selanjutnya, Kang Saeful Badar mencoba menguak tentang kegiatan Gerakan Kampung Membaca. Kemudian Kang Ruli dan Novia memberikan gambaran mengenai kegiatan tersebut. Sesi terakhir diskusi diisi oleh Teh Denti, seorang mahasiswi UNSIL yang juga bekerja di sebuah rumah sakit bersalin dan bergiat di SST. Teh Denti memilih memberikan ilmu tentang kesehatan. Pada sesi ini diskusi cukup hangat, dan diselingi gelak tawa karena ada beberapa celetukan bodor cawokah.

Setelah soliskan, karena peserta diskusi belum puas dengan semua obrolan di Saung, akhirnya kami memutuskan untuk berbincang-bincang di beranda depan rumah Kang Nero untuk berdiskusi tentang bagaimana proses di dalam teater dan menulis. Kali ini Wa Ajim begitu antusias membagikann ilmunya tentang perteateran, begitu pun Kang Jun yang mencoba membagikan ilmu menulisnya, Kang Ricky dan kang Syam yang masing-masing memberikan ilmu dan spirit bagi anggota komunitas Ngejah.  

Vita Sizu

Siswi SMAN 20 Garut, bergiat di Jpegs (Jurnalis Pelajar Garut Selatan) Komunitas Ngejah

One thought on “Menyerap Ilmu dari Rombongan SST

    Saeful Badar said:
    13 November 2013 pukul 10:55 am

    Asyik. Lanjutkan. Ada bakat besar jadi jurnalis yang handal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s