Ngobrolin Ketertinggalan Garut dan Gerakan Membaca bersama Gubernur Jawa Barat

Posted on Updated on

Wawancara JpeGS (Jurnalis Pelajar Garut Selatan) Komunitas Ngejah bersama Gubernur Jawa Barat  H. Ahmad Heryawan, setelah memberikan sambutan dalam acara silaturahmi akbar Gubernur bersama Masyarakat Kecamatan Singajaya, Peundeuy, Banjarwangi dan Cihurip di halaman Pondok Pesantren Riyadul Huda, Sindangsari RT.02 RW.01 Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut, Rabu 6 November 2013.

Gambar

Gambar

Berikut cuplikannya:

JPeGS : Selain silaturahmi dengan warga masyarakat Singajaya dan sekitarnya, apakah ada tujuan lain terkait kedatangan Bapak ke sini?
Gubernur : Tujuan lain? Tujuan lain seperti apa? Kunjungan Silaturrahmi saya kesini dalam rangka banyak hal tentunya, kemarin saya bertemu dengan para   pemuda dalam rangka sumpah pemuda di Garut dalam acara jalan  sehat, dilanjutkan ke Pesantren Daarull Muhidin, Majelis Tarbiyah, peletakan batu prtama mesjid Malangbong, kemudian reuni Hamida di Pondok Pesantren Manonjaya sampai jam 12.30 dini hari, yang diteruskan pada perjalanan ke sini. Saya tiba disini pukul 02.15 dini hari tadi. Di sini pagi-pagi saya bertemu dengan para siswa, santri-santri, para pemuda dan masyarakat tentunya, semuanya silaturahim, melihat dari dekat pesantren seperti apa, melihat dari dekat pemuda seperti apa? masyarakat seperti apa? itu aja!
JePeGS : Tanggapan Bapak setelah sampai di sini, mengenai situasi kampung atau desa ini seperti apa?
Gubernur Saya senang dengan sarana prasarana yang ada di sini, serta semangat anak-anak dalam belajar. Walu demikian Saya ingin anak-anak di sini jangan  bergantung pada sarana prasarana, sesederhana apapun sarana yang dimiliki, anak-anak di sini harus tetap bersemangat untuk belajar untuk menggapai masa depan!
JePegs Kalau tidak salah  menurut literatur yang perna saya baca, Kabupaten Garut ini merrupakan salahstu kabupaten tertinngal di  Provinsi Jawa Barat.  Pertanyaannya apa penyebab dari ketertinggalan tersebut?
Gubernur Kelihatannya ketertinggalannya ada pada infrastruktur.

Kalau boleh tahu, langkah-langkah yang akan Bapak lakukan untuk membantu Garut dari ketertinggalan?

Gubernur Langkah-langkahnya ya perbaikan infrastruktur. Tentu infrastruktur itu lebih spesifik  dimiliki oleh infrastuktur Kabupaten. Karena infrastruktur Provinsinya relatif sudah bagus. Persoalannya ada pada infrastruktur yang  dimiliki kabupaten, khususnya jalan.  Mudah-mudahan nanti setelah terpilihnya bupati yang baru, itu betul-betul memperhatikan sisi mana yang membuat Garut menjadi kabupaten tertinggal. Misal, tertinggal dalam masalah kesehatan, burur-buru selesaikan masalah kesehatan, tertinggal masalah infrastruktur buru-buru selesaikan masalah infrastrukturnya. Kalau infrastuktur telah diselesaikan  masalah layanan kesehatan telah diselesaikan, tentu satu dua tahun kedepan akan dihapus dari list kabupaten tertinggal itu.
JPeGS Harapan Bapak untuk Garut kedepannnya
Gubernur Tentu jadi kabupaten yang maju atuh. Maju segala macamnya, baik kesehatan maupun infrastruktur, pendidikannya bahkan sumber daya manusianya.
JPeGS Mohon maaf pak, kebetulan di Desa Sukawangi ini bebebrapa orang pemuda sedang aktif mengkampanyekan literasi dengan wadah yang bernama komunitas ngejah. Pada perkembangannya tercetuslah bebebarap program/gerakan, di antaranya membentuk Jurnalis Pelajar Garut Selatan atau lebih dikenal dengan JPeGS, Gerakan Kampung Membaca dan beberapa kegiatan lainnya. Bagaiman komentar Bapak untuk gerakan tersebut?
Gubernur Setuju! saya mendorong! Mana ada orang cerdas tanpa membaca? Mana ada orang hebat pikiran dan pengetahuannya tanpa membaca? membaca adalah jendela untuk kemajuan, jendela dunia. Dengan membaca kita akan tahu seluk beluk dunia.
JPeGS Statement Bapak tentang Komunitas Ngejah?
Gubernur Saya menyambut baik Komunitas Ngejah untuk menggalakan budaya membaca untuk masyarakat, bagi generasi muda khususnya saya ikut mendorong. Saya ikut mendukung mudah-mudahan Komunitas Ngejah semakin besar dalam rangka memajukan pemuda masyarakat  Singajaya, khususnya umumnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Gambar

TIM REPORTASE:

Nurhakiki (Siswi SMK Riyadlul Huda)

Novia Susanti Dewi (Siswi SMK Nasirul Huda)

Vita Sizu (Siswi SMAN 20 Garut)

Dede Rofi (Siswa SMK Riyadlul Huda)

Shinta (Siwi SMK RIyadlul Huda)

Ai Erviani

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s