GOL A GONG DAN GARUT SELATAN MEMBACA

Posted on Updated on

DSC09877Selasa 7 jan 2014 para pengurus dan anggota Komunitas Ngejah yang terdiri dari para pelajar SD, SMP, SMA, santri serta para pemuda Singajaya dan sekitarnya berkumpul berkumpul di saung baca Komunitas Ngejah. Tujuan mereka berkumpul tiada lain adalah untuk menunggu kedatangan Gol A Gong Sang Presiden TBM Nasional.

Menurut informasi awal Gol A Gong akan hadir ba’da Ashar, namun mungkin karena perjalanan pertama menuju Singajaya, serta cuaca yang cukup ekstrim, kabut turun dengan tebal, akhirnya beliau baru bisa hadir pukul 21.00 dengan dijemput dari pangkalan ojeg surapati oleh Nero Taopik Abdillah dan Iwan Ridwan. Dari sebuah status faceebook yang beliau tulis, diketahui bahwa lama perjalanan ia tempuh dari Bandung ke Singajaya (Garut bagian Selatan) membutuhkan waktu selama 8 jam. Setelah tiba di saung, Gol A Gong yang ditemani Unus relawan TBM Kedai Proses Lebak, dan Asmin pemuda asal Kendari langsung beramah tamah dan ngobrol santai, membedah beberapa video documenter kegiatan Komunitas Ngejah dan beberapa film pendek hasil karya Rumah Dunia. Diskusi berjalan sangat menarik, sepintas terlihat bahwa Gol A Gong sangat memahami ilmu per’media’an. Beliau memberikan komentar mengani kaitan teks dan video agar memudahkan penonton menangkap pesan dari sebuah video dokumenter. Meski terlihat letih, tapi Gol A Gong masih memperlihatkan semangat yang sangat luar biasa untuk menyedekahkan ilmunya kepada para pengurus dan anggota Komunitas Ngejah. Sebelum istirahat, Gol A Gong masih menyempatkan diri untuk berfoto bersama dan menyerahkan satu paket buku Balada Si Roy dan beberapa buku lainnya kepada Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah. Sementara Gol A Gong beristirahat, para pengurus Taman Baca aiueo mencoba merumuskan konsep sederhana untuk Deklarasi Gerakan Garut Selatan Membaca.

DSC09887DSC09797DSC09786DSC09865

Keesokan harinya, Rabu 8 Jan 2014, pukul 13.00 para pengurus Taman Baca aiueos Komunitas Ngejah sudah berkumpul di Saung, selain itu para pelajar dari mulai PAUD, hingga SMA, beberapa orang guru, ustadz, dan muda/i dari beberapa kecamatan di Garut Selatan sudah tampak hadir untuk mengikuti kegiatan. Sesi pertama kegiatan dibuka oleh Nero Taopik Abdillah sebagai Ketua Komunitas Ngejah, pada kesempatan ini Nero Taopik Abdillah dibantu oleh para pengurus Taman Baca aiueo mengajak para pelajar PAUD dan SD menggambar dan mewarnai bersama. Sesi selanjutnya adalah Ngobrol Santai tentang Gerakan Literasi bersama Gol A Gong. Pada kesempatan ini beliau menjelaskan tentang pentingnya lembaga yang bernama TBM bagi kemajuan berpikir masyarakat, selain itu beliau menjelaskan mengenai tektek bengek yang berkaitan dengan gerakan literasi. Selepas itu, setiap peserta Gerakan Garut Selatan Membaca diberikan kesempatan untuk membacakan puisi, membacakan surat-surat pendek, atau bercerita. Setiap peserta yang berani tampil, secara otomatis mendapatkan reward berupa buku gambar, pensil, buku cerita, atau alat tulis. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Selanjutnya, Saung Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah semakin penuh sesak, ketika Gol A Gong mulai bercerita tentang Peri Permen, sebuah cerita anak-anak yang beliau tulis dalam sebuah novel. Ternyata, Gol A Gong sang presiden TBM Nasional, selain jago menulis juga pintar berceirta. Baik anak-anak atau ibu-ibu, begitu larut dalam cerita yang ia bawakan. Beliau terlihat begitu komunikatif dalam bercerita, “ Kang Gol A Gong pintar bercerita, buktinya banyak anak-anak pemalu yang dapat ia taklukkan, dan kemudian menjadi berani tampil di hadapan teman-temannya” kurang lebih begitu pengakuan Wina Mulyati seorang guru PAUD sekaligus relawan Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah, selepas kegiatan.

Sesi puncak pada kegiatan Deklarasi Gerakan Garut Selatan Membaca, digelar selepas Ashar. Marwan S.Pd., M.M.Pd,. sebagai penilik PNF, Gol A Gong dan Hardiyansyah Kepala Desa Sukawangi secara berurutan mengisi acara diskusi. Diskusi ini dipandu langsung oleh Nero Taopik Abdillah. Ada banyak pernyataan menggembirakan yang lahir pada diskusi ini. Salahsatunya, terlontar dari Marwan sebagai pemilik PNF yang mentakan kesiapannya membantu kegiatan literasi yang dijalankan oleh Taman Baca aiueo dengan cara mengkomunikasikannya kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Hardiyansah sebagai Kepala Desa Sukawangi dalam diskusi ini mengucapkan terimakasih kepada Taman Baca aiueo yang ikut membantu program pemerintah terutama dalam peningkatan minat baca, walau pun gerakan ini belum mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Sementar Gol A Gong, pada sesi ini memberikan masukan baik kepada pihak penilik, pemerintah desa dan juga para pengurus Taman Baca aiueo untuk terus bergerak, mengkampanyekan membaca serta melengkap fasilitas. Menurut sebuah taman baca itu seharusnya membuat nyaman pengunjung, misalnya dengan menyediakan tempat bermain bagi anak-anak, serta menyediakan sebuah panggung untuk mendidik anak-anak berani tampil, bukankah hal itu meruapak salahsatu pola pendidikan karakter. Beberapa pernyataan tersebut pada akhirnya ditanggapi oleh Nero Taopik Abdillah and frien dengan hangat. “Sebelum ada bantuan kami sudah bergerak, apalagi jika ada bantuan dari pihak pemerintah” kurang lebih demikian yang disampaikan oleh Ruli Lesmana. Pada kesempatan ini juga, Iwan Ridwan dan Saeful Millah mencoba memaparkan beberapa gerakan yang sudah dilakukan, salahsatunya menjelaskan konsep Gerakan Kampung Membaca yang saat ini sudah menginjak episode#10, merambah kecamatan Singajaya dan Peundeuy, ke depan kegiatan ini akan terus dikembangkan ke kecamatan lain, terutama yang ada di wilayah Garut Selatan. Selain diskusi, acara ini dimeriahkan juga oleh pembacaan puisi dari Vita Sizu, El Nurhakiki, Riska, Sifa Rahmawati, Nero Taopik Abdillah dengan Seonggok Jagung dan Gol A Gong dengan Air Mata Kopi, penampilan Mars Gerakan Kampung Membaca serta musikalisasi puisi Elegei karya Acep Zam-zam Noor yang disenandungkan oleh Dede Rofi, dkk.

Puncak penutupan kegiatan diisi dengan Deklarasi Gerakan Garut Selatan Membaca, oleh seluruh peserta yang beberapa poin di antaranya yaitu berniat memberantas buta huruf, meningkatkan minat membaca, dan menciptakan masyarakat yang literat di wilayah Garut bagian selatan.

Penulis:

Dodi (Relawan Taman Baca aiueo Komunitas Ngejah)

2 thoughts on “GOL A GONG DAN GARUT SELATAN MEMBACA

    jejakliterasi said:
    15 Januari 2014 pukul 6:53 am

    bangun, bangun , dan bangun kawan

    jejakliterasi said:
    19 Januari 2014 pukul 1:57 pm

    akan terus berkembang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s