KABAR DARI JAMBORE TBM NASIONAL

Posted on

Capture23_25_14Jambore TBM Nasional untuk pertama kali penyelenggaraannya dilaksanakan di Rumah Dunia Serang-Banten. Menurut Ketua pelaksana, Ahmad Wayang, relawan Rumah Dunia sekaligus mahasiswa program S2 di IAIN Banten, ia dan kawan-kawannya mempersiapkan kegiatan tersebut selama kurang lebih dua bulan lamanya. Adapun publikasi kegiatan sebetulnya sudah berlangsung jauh-jauh hari melalui pemanfaatan jejearing sosial media.  Lebih lanjut, Ahmad Wayang menjelaskan mengenai tujuan dari kegiatan Jambore TBM yaitu sebagai media silaturahmi  semua relawan TBM dan pegiat literasi lainnya.  Adapun tema Jambore TBM kali ini yaitu “Menuju Indonesia menulis ” ujar Ahmad Wayang.  Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang akan dilaksanakan di berbagai tempat, yang masing-masing pelaksanaannya sesuai dengan kesediaan pengelola TBM wilayah.

DSC02197Sebagai kegiatan temu pegiat literasi Nasional kegiatan ini dibuka dengan kegiatan seni dari beberapa daerah yang memang telah mereka persiapkan jauh-jauh hari. Kesenian tersebut dua diantaranya debus dari Banten music dan tari tradisonal dari DKI Jakarta. Dalam kesempatan ini seluruh peserta hanyut dan berbaur dengan masyarakat sekitar serta para pejabat dari Kemdikbud RI dan Disdik Provinsi Banten yang hadir pada acara pembukaan, di Taman Budaya Rumah Dunia. Masih dalam acara pembukaan Jambore TBM, Diar Irwana, SH (Kepala BAPAPSI Kab. Bandung), dianugerahi TBM Award 2014 atas berbagai usahanya dalam membangun gairah membaca di lingkungan Kab. Bandung. Dalam hal ini TBM Award 2014 diserahkan secara langsung oleh Gol A Gong sebagai ketua FTBM Pusat. Dalam sambutannya Gol A Gong mengatakan bahwa TBM harus semakin berdaya, membangun masyarakat literat, tidak hanya membaca tapi harus menulis juga.

IMG-20140222-00654Selanjutnya, selama waktu empat hari yaitu dari tanggal 20 sampai 23 Februari, serentetan acara menjejali kegiatan Jambore, mulai dari diskusi mengenai arah TBM dalam mencipatakan masyarakat literat, bedah buku karya pegiat TBM, bedah puisi beberapa orang penyair Nasioanal asal Banten, bedah novel para penulis handal, diskusi membangun kemitraan, jumpa pengarang dan penerbit, diskusi membangun budaya literasi dengan pendekatan kultural, pertunjukan seni, dan lomba menggambar. Ragam latar belakang pembicara berasal dari berbagai kalangan, baik dari kalangan akademisi, sastrawan, penulis, pegiat TBM, serta pejabat. Acara yang tak kalah serunya bagi peserta Jambore adalah acara berburu buku. Dalam kegiatan ini para peserta diberikan kesempatan untuk menukarkan kartu peserta dengan buku yang tersedia. Masing-masing peserta diperbolehkan mengambil 10 buku berbahsa Inggris dan satu kantong buku berbahasa Indonesia. Menurut panitia, acara berburu buku ini merupakan rekor muri hibah buku terbanyak di Indonesia.

Wien Muldian pegawai negeri sekaligus Sekjen F TBM (Forum Taman Bacaan Masyarakat) menyatakan bahwa kegiatan ini akan diusahakan untuk digelar setiap tahun, sebagaimana yang ia ungkapkan “acara ini sebagai ajang silaturhami berbagi informasi demi kemajuan gerakan memabaca, oleh sebab itu semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun.“ Tanggapan positif juga datag dari Alexandra Landmann salah seorang pembicara yang berasal dari Belanda berpendidikan terakhir S3 di Jerman S3 serta mengajar di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar. Alexandra mengatakan “Jambore TBM ini sangat bagus karena terlahir dari pemikiran masyarakat”  .

Kegiatan ini dihadiri berbagai pengurus TBM dari berbagai Provinsi, diantaranya dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bangka, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,  Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan lain-lain. Ardi yang memiliki nama panjang Sapardi salah seorang pegiatan TBM berasal dari Seragen yang berpendidikan terahir SMA di Seragen , ia mengatakan “Kegiatan ini patut diacungi jempol, banyak sekali kegiatan positif yang benar-benar memberikan wawasan, ilmu bagi kita sebagai peserta untuk diamalkan nanti di TBM masing-masing.” Kesan Ardi pada Jambore TBM yaitu ketika ia ditugaskan untuk menjadi salah seorang pembedah buku. “Hahah… saya tidak mungkin melupakan kegiatan ini, karena ini pengalaman pertama saya membedah buku, walaupun hanya sekedar membedah buku sesame pegiat TBM.”

TBM aiueo Komunitas Ngejah sebagai Satu-satunya Peserta dari Kabupaten Garut

TBM AIUEO Komunitas Ngejah dari kabupaten Garut hadir dengan 9 orang peserta, yang terdiri dari Nero Taopik Abdillah, Ruli Lesmana, Budi Iskandar,  Saeful Millah,  Iwan Ridwan,  Dody Dores,  Agus Hasan, Vita Sizu, dan Neng Rifa. Iwan Ridwan salah seorang relawan TBM AIUEO Komunitas Ngejah menyatakan bangga dapat ikut ambil bagian menjadi peserta Jambore TBM Nasional. “Ini akan sangat bermanfaat bagi saya dan kawan-kawan di TBM aiueo, untuk terus bergiat di kampung halaman.” Pada event ini TBM AIUEO Komunitas Ngejah sebagai satu-satunya peserta dari Kabupaten Garut, selain menjadi peserta, mereka juga menjadi pengisi acara dengan menampilkan musikalisasi puisi Elegi karya Acep Zamzam Noor yang diaransemen oleh Ruli Lesmana. Selain itu, pada akhir kegiatan, Nero Taopik Abdillah selaku ketua Komunitas Ngejah didaulat untuk menjadi moderator diskusi tentang kriteria pemimpin FTBM, serta ikut merumuskan dan membacakan Rekomendasi Jambore TBM untuk diteruskan kepada pihak-pihak terkait.

Vita Sizu

Pegiat JPeGS Komunitas Ngejah (Jurnalis Pelajar Garut Selatan, Siswi SMAN 20 Garut)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s