ASEP JUGA INGIN PINTAR

Posted on Updated on

DSC03345Sebuah catatan dari GKM episode#13

Belajar tidak terpaku hanya pada orang yang mempunyai fisik dan mental yang normal saja, melainkan belajar adalah kebutuhan untuk semua orang, tidak peduli mempunyai fisik atau mental yang normal atau tidak. “Long life education” siapapun ia, selama masih hidup maka selama itu pula terbuka peluang menyalurkan keinginannya, untuk belajar. Mahatma Gandhi mengatakan “kamu dapat merantai tangan dan kakiku, kamu dapat menyiksaku, bahkan kamu dapat menghancurkan tubuh ini, tetapi kamu tidak akan dapat memenjarakan pikiranku” Dari kutipan tersebut kita bisa menggarisbawahi bahwa dalam keadaan tubuh terkekang pun, bukan alasan bagi siapapun ia untuk tidak berpikir, tentunya selama yang bersangkutan memiliki semangat dan keinginan. Hubungannya berpikir dengan belajar tentu sangat erat sekali, bukankah berpikir adalah poin utama dalam sebuah proses pembelajaran?

Berbicara semangat belajar, lewat perkenalan sepintas, saya menemukan semangat itu pada jiwa Asep, salah seorang peserta Gerakan Kampung Membaca episode#13 yang memiliki kebutuhan khusus. Asep anak berusia 10 tahun ini, tinggal di Kampung Ciarakoneng Desa Pancasura Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut. Pada saat kami mengunjungi tempat tinggalnya untuk melaksanakan GKM#13, Asep berbaur dengan anak-anak yang lain untuk mengikuti setiap tahapan kegiatan. Menurut referensi yang pernah saya baca, penyandang tunagrahita adalah seseorang yang memiliki kapasitas intelektual (IQ) dibawah 70 yang disertai ke tidak mampuan dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan sehingga memiliki masalah sosial. Kondisi ini tentu mengharuskan adanya perlakuan layanan pendidikan khusus bagi Asep. Namun sejauh ini, karena berbagai keterbatasan, Asep hanya mengenyam pendidikan non formal dalam bentuk pendidikan sekolah agama. Ia tidak sekolah.

DSC03372DSC03343

Alasan saya menyatakan adanya semangat belajar pada jiwa Asep, tak lain adalah dari sikap antusias yang ia tunjukan saat mengikuti kegiatan-kegiatan yang dipimpin oleh para relawan Gerakan Kampung Membaca Komunitas Ngejah. Sebuah peristiwa yang tidak mungkin saya lupakan adalah, saat Asep menyimak dongeng yang disampaikan oleh, Saeful Millah, ia terlihat ikut tertawa terbahak-bahak bersama peserta GKM lainnya, sambil mengangkat kepalanya ke atas. Entah apa yang ada dalam benak Asep? Saya kurang paham. Timbul pertanyaan dalam hati, apakah ia mengerti isi ceritanya atau ia hanya ikut-ikutan tertawa karena pengaruh peserta GKM lainnya yang tertawa? Sampai tulisan ringan ini selesai, tak ada jawaban yang dapat saya temukan. Yang pasti, satu hal yang saya catat, bahwa semangat belajar tumbuh pada jiwa Asep. Alangkah berbahagianya saya, ketika ada pihak-pihak tertentu yang ikut membantu Asep untuk mendapatkan layanan pendidikan khusus.

???????????????????????????????

Penulis:

Iwan Ridwan

(Bergiat di Komunitas Ngejah, Tenaga Pengajar Sukarelawan di MIS Riyadlul Huda)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s