Belajar di BAPUSIPDA Garut

Posted on Updated on

Ilmu harus terus dicari, sebagaimana sebuah hadits yang mengatakan “Carilah Ilmu walau sampai ke Negeri Cina”. Hadits ini menegaskan, bahwa jarak bukan halangan untuk mencari ilmu, jika memang masih mungkin ditempuh. Berbekal kesadaran itu dan guna meningkatkan kemampuan pengadminstrasian koleksi buku TBM aiueo Komunitas Ngejah, Ketua TBM aiueo Komunitas Ngejah serta para pengurus bersepakat untuk mengadakan mengadakan kunjungan dan belajar tentang tata cara pengadminstrasian buku di BAPUSIPDSA Kab. Garut.

di Bapusipda

Setelah berkoordinasi dengan Kepala dan Sekretaris Bapusipda, serta adanya kesepakatan waktu, empat orang relawan TBM aiueo Komunitas Ngejah yang terdiri dari Ruli Lesmana, Dede Rofi, Ai Erviani dan Iwan Ridwan berangkat, untuk belajar di Perpustakaan Kabupaten Garut. Selama tiga hari yakni dari tanggal 10-12 September 2014, empat orang relawan tersebut tinggal dan menetap di Garut.

Hari pertama pelatihan diisi dengan materi tentang klasifikasi dan pengkodean oleh Bapak Wawan Ruswandi. Pada sesi ini beliau menyatakan bahwa klasifikasi dan pengkodean adalah cara untuk mempermudah mencari buku yang diperlukan. Beliau juga menjelaskan mengenai sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey.

Hari ke-dua diisi oleh materi sirkulasi buku oleh Bapak Asep. Pentingnya memahami materi sirkulai yakni berkaitan dengan pengadminstrasian khususnya dalam peminjaman dan pengembalian buku yang dicatat pada buku induk.

Hari ke-tiga diisi oleh kegiatan praktek tentang pengklasifikasian, pengkodean dan sirkulasi buku. Pada hari ke-tiga ini, para relawan mulai memahami materi yang dipelajari. Ruli Lesmana mengeaskan bahwa praktek langsung lebih memudahkan ketimbang mempelajari teori.

Bapusipda..

Selain itu, sebagai tambahan materi, Bapak Yiyi yang juga pegawai BAPUSIPDA Garut, beliau mengajarkan kami bagaimana cara penyampulan buku yang baik dan benar. Selepas itu kami berbincang tentang perpustakaan dan bagaimana supaya masyarakat berminat terhadap perpustalaan tersebut. “Tentang mengelola perpustakaan itu sebenarnya sangatlah mudah jika dikerjakan dengan niat dan keinginan yang bersungguh-sungguh, hanya yang sulit adalah bagaimana masyarakat tertarik atau berminat terhadap perpustakaan tersebut.” Ujar Pak Yiyi.

Tiga hari memang bukan waktu yang cukup untuk mempelajari mengenai tektek bengek ilmu perpustakaan. Namun setidaknya dengan kegiatan ini, para relawan memiliki pengalaman dan gambaran untuk meningkatkan pengadministrasian  di TBM aiueo Komunitas Ngejah serta mampu meningkatkan layanan kepada masyarakat sekitar yang senantiasa mau memanfaatkan keberadaan TBM aiueo Komunitas Ngejah.

Penulis:

Ai Erviani (Relawan TBM aiueo Komunitas Ngejah, tinggal dan menetap di Desa Singajaya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s