Membaca, Memasak dan Dapur Mandiri

Posted on

Membuat Adonan Donat

Kegiatan membaca memang melibatkan banyak aspek: to think (berpikir), to feel (merasakan), dan juga to act (bertindak/mempraktikan). Bermodalkan kesadaran konsep tersebut, dan selepas melihat beberapa ibu semakin rajin berkunjung ke saung untuk membaca buku resep masakan di saung Komunitas Ngejah, pengurus Komunitas Ngejah berinisiatif menggelar pelatihan memasak bagi ibu-ibu tersebut. Dari sebatas membaca resep, ibu-ibu difasilitasi untuk langsung mempraktikannya. Bertindak sebagai instruktur pada pelatihan ini, yaitu Dahniar, instruktur senior dari BLK Kab. Garut, yang sudah berpengalaman memberikan berbagai macam pelatihan memasak. Selama lima hari, dari 6-10 Januari 2014, ibu-ibu mempraktikan beberapa jenis masakan, seperti membuat donat, sistik, roti, spageti, risoles, dll. Pada pelaksanaannya, Dahniar selaku instruktur, tidak langsung memberikan contoh memasak, namun mendiktekan resep dan tatacaranya saja. Ia pun memberikan kesempatan untuk sharing, bertukar pikiran tentang pengalaman, antar peserta, guna mencari komposisi yang tepat agar tercapai sebuah cita rasa makanan yang pas, menurut selera peserta.

Roti, salahsatu hasil pelatihan memasak

Dari keseleruh jenis makanan yang dibuat, Wina Mulyati, salahseorang peserta peserta, menyatakan bahwa membuat roti adalah pengalaman yang paling menarik baginya. Selain merupakan yang benar-benar baru baginya, setelah ia mengetahui dan bisa mempraktikan cara mebuat roti, ia menyatakan keinginanannya untuk memproduksi dan memamasarkannya, tentunya dengan bekerjasama dengan kawan-kawan peserta yang lainnya.

Kooordinator peserta, Rini, yang juga merupakan ketua PKK Desa Sukawangi, menyambut baik kegiatan ini. Rini berharap, kegiatan pelatihan memasak ini, tidak hanya berhenti pada tataran pelatihan, namun ada tindak lanjut, semisal membuat POSDAYA bagi ibu-ibu. Dengan POSDAYA, Rini berharap akan terbuka kesempatan kerja bagi ibu-ibu, hingga mereka tak harus bekerja menjadi pembantu ke kota untuk membantu suaminya menghidupi keluarganya.

Photo bersama pada hari terakhir pelatihan memasak

Merespon harapan tersebut, pihak Komunitas Ngejah, segera menawarkan konsep Dapur Mandiri sebagai motor gerakan pemberdayaan ibu-ibu peserta. Rencananya melalui Dapur Mandiri, ibu-ibu akan bekerjasama membuat makanan atau produk lainnya, dan menjualnya. Dalam hal ini, secara akalamasi, Rini terpilih menjadi koordiantor Dapur Mandiri Komunitas Ngejah. Dapur Mandiri pada perkembangannya, akan menjadi sub organ Komunitas Ngejah yang memfokuskan diri untuk menjadi wadah ibu-ibu mendapatkan berbagai macam pelatihan yang muaranya agar mereka memiliki keterampilan. Selain itu, melalui Dapur Mandiri, Komunitas Ngejah, akan berusaha membuka lapangan kerja bagi para perempuan sekitar. Tentunya, konsep ini tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari berbagai pihak, oleh sebab itu, Pihak Komunitas Ngejah dan juga Rini selaku Koordinator Dapur Mandiri, akan mencoba membuat jejaring, untuk membantu terealisasinya konsep yang sudah disepakati. NTA***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s