MEMBACA “GURU CINTA”

Posted on Updated on

IMG_1743 (2)MEMBACA ‘Guru Cinta’ adalah membaca hidup para pendidik, dengan segala tektek bengek perjuangan di dalamnya. 13 orang pendidik dari berbagai daerah menuliskan ihwal perjuangannya melakoni hidup dalam memajukan pendidikan. Kumpulan kisan inspiratif ‘Guru Cinta’ memiliki jumlah halaman 266, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2014. Di dalamnya, teraji kisah-kisah getir, kreativitas dan perjuangan yang berbuah kenangan-kenangan manis. Bagi para pendidik sehimpun cerita ini, akan memberikan inspirasi gaya mengajar, pola menghidupkan sekolah dan beberapa hal lain yang saya yakini bisa dijadikan pelajaran untuk perbaikan kualitas pendidikan di negeri ini. Sedangkan bagi masyarakat umum, sehimpunan cerita ini bisa dijadikan motivasi hidup untuk terus berjuang menemukan kebahagian, dalam dunia yang digelutinya. Bercerita motivasi hidup dan perjuangan untuk menemukan kebahagiaan, ini semua akan segera kita dapatkan pada halaman-halaman awal, tepatnya pada cerita pertama yang ditulis oleh Parminah, Kepala Sekolah SD Fadhilah Jakarta Utara, yang mengabadikan hidupnya dalam tulisan yang berjudul ‘Sekolah Plastik’. Ada banyak pelajaran di dalamnya. Cerita-cerita getir ia ungkap dengan bahasa sederhana namun mengandung energi yang dipancarkan dari perjuangannya melakoni hidup. Parminah yang semula pergi ke Jakarta dari kampung halamannya untuk mencari duit, kemudian merasa terpanggil untuk mengabdikan dirinya dalam jalur pendidikan. Ia tidak hanya bercerita tentang sekolah, tapi menyisipkan sekelumit adegan perjuangan hidupnya berkeluarga, yang kemudian berkait erat dengan keberhasilannya, memetik buah hasil perjuangannya, yakni menghidupkan ‘Sekolah Plastik’ hingga menjadi sekolah formal dengan nama SD Fadhilah.

Cerita ke-dua ditulis oleh Novi Hardian, guru Sekolah Alam Indonesia. Jika Parminah menulis pengalamannya tentang membangun sekolah, Novi menuliskan pengalaman sekaligus penemuan salahsatu metode mengajar terbaik yang pernah ia lakukan. Sesuai dengan judul cerita yang ia tulis ‘Belajar Melalui Lagu’ Novi mengungkap bagaimana pengatahuan diikat melalui media lagu. Dalam tulisannya, Novi tidak melulu menggambarkan bagaimana lagu menjadi media pembelajaran, namun menyisipkan beberapa teori ahli, seperti pernyataan Jensen bahwa music dapat memperkaya lingkungan pembelajaran dengan menenangkan sistem-sistem sarap, serta dapat meningkatkan kemampuan memori, kognisi, konsentrasi dan kreativitas. Hal ini, Novi lakukan tentu saja untuk memperkuat pengalaman yang ia tulis. Apa yang dilakukan Novi merupakan sebuah kreativitas yang patut mendapatkan apresiasi. Sebagaimana para musisi terkenal mengapresiasinya. Ada banyak nama yang kemudian bersentuhan dalam kehidupan Novi berkat usahanya membuat lagu demi kepentingan anak didiknya. Elfa Secioria, Bintang Indrianto, Henri Lamiri, Rindra Padi, Dewa Budjana Gigi, adalah sebagian nama beken yang membantu Novi, menghantarkannya ke dapur rekaman hingga menuai hasil tiga buah album dalam tahun yang berurutan, 2010, 2011 dan 2012.

Ada sepuluh cerita lain yang ditulis oleh sepuluh orang hebat, termasuk oleh Helvy Tiana Rosa, penulis terkenal sekaligus Dosen Sastra UNJ yang juga menjadi pembimbing penulisan Best Practices LPMP DKI Jakarta tahun 2013, yang kemudian akhirnya menjadi buku ‘Guru Cinta’ ini. Dalam buku ini, Helvy menuliskan pengalamannya mengajar di UNJ. Beberapa kisah menarik seperti kreativitasnya membuat metode baru yang kemudian ia namakan ‘Metode Password dan Soulmate’  yang mampu membantu mahasiswanya mempermudah dan mencintai matakuliah sastra.

Sengaja tidak saya ulas semua, sehingga mungkin membuat siapapun Anda tertarik membacanya secara langsung. Bahasanya yang sangat sederhana, memungkinkan bagi siapapun untuk dapat larut menikmati setiap adegan kisah nyata yang termaktub dalam ‘Guru Cinta’. Namun dalam hal ini, saya sangat menyarankan bagi Anda, bapak/ibu guru, mahasiswa keguruan, pemerhati pendidikan, atau siapapun Anda yang tertarik dalam bidang pendidikan, untuk segera membacanya. Ada pembelajaran hidup, inspirasi gaya dan metode mengajar yang mungkin bisa menggugah dan menjadi contoh bahkan bisa ditiru. Yang menarik dari buku ini, adalah sebuah tanda, semacam penegasan, bahwa mitos guru kurang mampu menghasilkan karya tulis, terpatahkan, salahsatunya dengan kehadiran buku ini. Pihak-pihak yang berkepentingan mengurusi dunia kependidikan, saya pikir bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh LPMP DKI Jakarta, untuk memfasilitasi guru-guru agar mau menulis. Tidak melulu harus berbentuk ‘academic writing’, namun mungkin saja bisa seperti contoh kumpulan cerita ini, atau bentuk tulisan lainnya. *** NTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s