Membaca Puisi di Perkebunan Teh

Posted on Updated on

kebun tehMenanamkan minat membaca pada diri anak, tentu tidak cukup hanya dengan mengatakan “Ingat adik-adik, bahwa membaca itu penting. Jadi adik-adik harus rajin membaca ya!” Sesungguhnya, banyak hal di luar itu yang perlu ditempuh oleh seseorang baik orang tua, guru atau siapapun ia yang ingin mencoba menanamkan minat baca pada diri anak-anak. Hal pertama yang perlu dilakukan sudah tentu yaitu menyediakan ragam bacaan yang akan menggugah selera anak membaca. Contohnya, dengan menyediakan buku cerita bergambar. Buku-buku cerita yang disertai dengan gambar apalagi dihiasi warna akan lebih menarik dan membangkitkan minat serta perhatian anak serta mempermudah anak dalam memahami cerita yang mungkin masih bersifat abstrak dalam kepala mereka.  Ketertarikan anak pada kegiatan membaca yang mungkin dimulai dengan membaca cerita-cerita bergambar pada perkembangannya sangat berpotensi untuk terus dipupuk, dan pada akhirnya akan melahirkan kesadaran dalam dirinya sendiri bahwa membaca itu kebutuhan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam rangka menanamkan minat membaca pada diri anak, adalah dengan sering menggelar kegiatan-kegiatan sisipan yang membuat mereka aman dan nyaman untuk berada disekeliling kita, yang memiliki misi merangsang anak membaca. Contoh kegiatan tersebut diantaranya, acara menggambar bersama, aneka lomba permainan, mendongeng, menyanyi dan ragam kegiatan lainnya yang dipercaya menimbulkan efek senang bagi anak.

Lebih lanjut, kegiatan yang sangat mungkin ditempuh untuk menanamkan minat baca anak-anak adalah dengan menggelar acara membaca bersama di alam terbuka atau di tempat-tempat yang membuat mereka nyaman. Kegiatan seperti ini sering kami lakukan untuk mengisi kegiatan libur. Seperti hari ini, Sabtu 21 Maret 2015, sejak pukul 06.00 adik-adik ngejah junior sudah berkerumun di Saung dalam rangka olah raga pagi dan membaca bersama di perkebunan teh sambawa. Sekitar pukul 06.30 kami jalan kaki dari Saung Komunitas Ngejah menuju Surapati. Setelah sampai di perkebunan teh, adik-adik ngejah junior begitu asik menikmati semilir angin sambil membaca puisi yang telah saya siapkan. Mereka membacanya dengan lantang. Ada yang sudah mampu berekspresi, ada yang hanya sekedar membaca, ada juga yang masih membaca dengan terbata-bata.

Terlepas dari kemampuan membaca pada masing-masing anak, saya melihat ada kegembiraan tersendiri pada raut wajah mereka, mungkin karena bahan bacaannya mereka sukai, mungkin juga karena kegiatan membaca dilakukan di alam terbuka, mungkin juga karena keduanya. Puisi yang mereka baca merupaka puisi-puisi yang diambil dari kumpulan puisi Mereka Menunggu Ibunya (Sajak anak-anak) karya Abdul Hadi W. M. yang diterbitkan oleh PN. Balai Pustaka, Jakarta tahun 1983. Salah satu puisi yang paling sering diplih dan dibaca oleh adik-adik ngejah junior dari kumpulan puisi tersebut, saya kutip di bawah ini.

Anak Desa

Aku anak desa
Aku tinggal di tepi kali hijau
Bersih dan jernih airnya
Segar tak ada bandingnya

Tiap hari kunikmati
kehijauan bumi
dan keindahan
matahari terbit dan tenggelam

Rumahku dikitari sawah dan air
Di sekelilingku kebahagian dan kesuburan
Di halaman rumah kutanam pohon
Telah bertahun-tahun lamanya
Kini pohonku menjulang tinggi
Rindang dan rimbun
Teduh duduk di bawahnya

Kubiarkan ia menjulang
Tak pernah kutebang
Agar burung-burung membangun sarang
Dan berkicauan di dahan-dahannya
Agar mereka tenteram dan damai
Mengasuh anak-anaknya

Setelah melihat matahari meninggi, akhirnya kegiatan membaca bersama kami akhiri. Kami pulang bersama menuju saung Komunitas Ngejah. NTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s