Resensi Buku Rembulan tenggelam di wajahmu

Posted on

6325049

sebuah pemikiran, kiasan dari karya bang Tere liye

” Rembulan tenggelam di wajahmu”

Jika pada Ray terbersit lima pertanyaan yang lulus terjawab dengan perjalanan mengenang masa lalu dengan caranya, maka padaku hanya tiga saja, dan ketiganya terjawab setelah membaca kisah Ray.

1. Mengapa kita bertemu?

   Hidup itu sebab-akibat. untuk makhluk-makhluk tak berakal mungkin lebih sederhana terpecahkan dengan logika. contoh, daun jika mengering pasti akan berguguran, lebah jantan akan mati setelah meggauli betinanya. dan itu terus berjalan begitu, seterusnya.

manusia mungkin lebih kompleks lagi, tapi tetap dengan siklus tersebut. setiap manusia yang hidup di dunia ini adalah sebab-akibat bagi manusia lainnya. dan mengapa kita bertemu? mungkin karna a-k-u adalah sebab atas k-a-m-u. :D. entah sebab untuk akibat apa.

siklus tersebut ternyata tidak ada yang bisa merubah kecuali satu, Kebaikan. ya, kebaikan bisa merubah takdir.

ah.. tak ada kebaikan yang tak indah kan? 🙂

2. Mengapa setia, ketulusan, dan jujur harus dibayar dengan pengkhianatan menyakitkan?

   Mengapa dibalik kokohnya bangunan menjulang tinggi bak istana-istana raja, ada anak kecil menggigil dibalik lembaran kardus yang disulap menjadi tempatnya berlindung?apakah hidup ini adil?

saat kita merasa bahwa hidup ini begitu sulit dan sakit, kita seringkali menyalahkan Tuhan tentang Keadilan.

padahal sebenarnya, dengan Rahman-RahimNya, DIA telah menjadikah kita makhluk paling mulia, khalifah fil ard dengan kesempurnaan fikir. dengannya Alloh menurunkan ayat-ayat untuk kita kaji, fahami dan amalkan. dan jika kita berfikir tentang kedua ayat ini :

” famayya’mal mitskoola dzarrotin khoiroyyaroh, wamayya’mal mitskoola dzarrotin syarroyyaroh”

hey… bukankah itu jelas tentang keadilan? bahwa kebaikan selalu dibalas kebaikan, begitupun sebaliknya.

dan tentang pengkhianatan itu, sebenarnya bukan bagaimana menyakitkannya, tapi lebih pada petunjuk untuk mendapatkan yang lebih baik. dan itu tidak pernah keliru.

anak kecil yang menggigil..

hey, bukankah tidak ada penderitaan yang abadi? bukankah habis gelap selalu terbit terang? bisa jadi sekarang menggigil, tapi esok? mungkin hangatnya melebihi mentari. kita tak pernah tau.

hemh.. hidup ini selalu adil, keadilan langit mengambil berbagai bentuk meski tidak semua bentuk itu kita kenali. pembalasan didunia hanya sepotong kecil dari keadilan langit. pembalasan akhir itu nyata. dan berbagi, yaa berbagi. bukan selalu mendatangkan bahagia, tapi dengan berbagi kau damai, dan saat damai, kau bisa menerima semua takdir langit.

3. kenapa harus kehilangan?

  padahal hanya seekor kucing, mpus. tapi kepergiannya menyisakan luka mendalam. kenapa Tuhan? kenapa harus dia yang kau ambil? ah..

kita seringkali meratapi kepergian tanpa sadar bahwa Alloh sedang mempersiapkan yang lebih baik, paling tidak sama baiknya. hee.

yaaa celly pengganti mpus sekarang membuatku lebih ceria, bahagia. tertawa melihat tingkah lucunya, menggemaskan.

mungkin kesabaran. yaa.. itulah pembelajaran paling berharga dari kehilangan. dan syukur. syukur atas semua pemberianNya. karna seringkali kita menyesali sesuatu saat kehilangannya.

Rembulan tenggelam diwajahmu bercerita tentang sebab-akibat kehidupan. bagaimana agar disetiap hembusan nafas kita selalu dihiasi dengan kebaikan dan syukur.

oiya, kata Fitri istrinya Ray : ” bahagiaku bukan karna mobil, rumah, ataupun berlian. melainkan ikhlasmu, ridhamu atasku. oh..

Penulis: Siti Nur Fauziah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s