Eksistensi Pagarsel

Posted on Updated on

ANGGOTA PAGARSEL
ANGGOTA PAGARSEL

“Bengkung Ngariung Bongkok Ngaronyok”, sebuah jargon andalan Pagarsel yang disampaikan Ilham fauzy selaku Ketua Pagarsel yang berhasil ditemui usai diskusi akademik dan silaturrahmi antar mahasiswa yang berasal dari Garut bagian selatan sekaligus pengenalan organisasi, Minggu (06/08) di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pagarsel adalah singkatan dari Paguyuban Garut Selatan, yaitu sebuah organisasi eksternal kampus  yang menjadi wadah masiswa yang berasal dari Garut selatan untuk berdiskusi, sharing akademik ,bertukar pikiran dan menyatukan visi membangun daerah.

Di latar belakangi oleh kepedulian pemuda daerah terhadap isu pencetusan pemekaran Garut Selatan dari birokrasi Kabupaten Garut, bahwasanya Garut selatan akan dimekarkan karena terlalu luasnya wilayah garut. Maka pada 3 april 2013, Ilham fauzy, Hikmat dan rekan-rekan mencetuskan pembentukan Paguyuban Garut Selatan untuk menaungi mahasiswa UIN Bandung yang berasal dari Garut Selatan untuk bersama-sama memiliki tanggung jawab memajukan Garut selatan, terutama dibidang akademis. Organisasi ini bisa dikatakan sebagai gerakan mahasiswa untuk kampung halamannya. Dalam diskusi tersebut, saya bertemu dengan puluhan mahasiswa asal Garut selatan yang menuntut ilmu di UIN Bandung.  Ai Lisda Salim salah satunya, seorang mahasiswa asal Kecamatan Peundeuy yang juga alumni Pelatihan Jurnalitik Pelajar Komunitas Ngejah.  Luar biasa sekali bias berdiskusi dengan kawan-kawan yang memiliki kepedulian terhadap kampung halaman dan sama-sama memikirkan tindakan dan gebrakan untuk masa depan kampung halaman.

Ilham Fauzy dan kawan-kawan berharap agar mahasiswa  Garut selatan bisa berinovasi dan memiliki jiwa kebersamaan untuk membangun daerah.  “Tunjukan bahwasanya kita itu bisa buat bangga daerah sendiri dan jangan pernah takut kita berasal dari mana, jangan pernah takut kita akan berakhir seperti apa karena pada akahirnya proses itu tidak akan menghianati hasil. Untuk kemajuan Garut kedepan khususnya Garut selatan karena apabila tidak dikembangkan oleh orang-orang daerah yang berkualitas tentunya tidak akan menjadi daerah yang berkualitas” ujar Ilham Fauzy dalam sambutannya.

2 thoughts on “Eksistensi Pagarsel

    Sandi Iswahyudi said:
    10 Oktober 2015 pukul 1:25 am

    Sukses selalu dan semoga terus konsisten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s