Keterlibatan Ibu-ibu pada GKM episode 36

Posted on

pasirwaja-Setelah sekitar tiga bulan terhenti karena berbagai kesibukan, salahsatunya persiapan Pelatihan Jurnalistik Pelajar #5, para relawan kembali bersinergi melaksakan Gerakan kampung Membaca episode 36. Lokasi GKM kali ini tidak terlalu jauh dari Sekeretariat Komunitas Ngejah.  Ada beberapa alasan untuk pemilihan lokasi ini, salahsatunya yaitu para relawan berpikir untuk mengoptimalkan gerakan di Pojok Baca yang sudah terbentuk yang berlokasi di Desa Sukawangi. Oleh karena itu, sesuai kesepakatan maka dipilihlah Kampung Pasirwaja yang berjarak sekitar 3 KM dari Sekretariat Komunitas Ngejah. Selain sudah berdiri Pojok Baca, kegiatan GKM di kampung ini sudah digelar sebanyak tiga kali. Di sini, anak-anak sudah menunjukan minat baca yang cukup baik. Selain karena dampak dari GKM dan keberadaan Pojok Baca, peran Ustadzah Elis bersama suami sebagai pengelola MDA sangat berperan. Ada yang spesial pada GKM kali ini, hal itu lantaran keterlibatan istri Kepala Desa Sukawangi, Teh Rini Nurani. Ya, Kamis, 15 oktober 2015, ia ikut terjun melibatkan diri menggelorakan virus membaca. “Buku adalah jendela dunia, dan kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya.” tutur Rini ketika memberikan pengantar GKM episode 36 di Kampung Pasirwaja.

Seperti biasanya, kegiatan Gerakan Kampung Membaca selain diisi dengan kegiatan membaca bersama selama 30 menit sebagai acara inti, berbagai sisipan kegiatan rekreatif dihadirkan untuk menarik minat peserta. Kegiatan tersebut diantaranya, menyanyi bersama, baca puisi dan permainan-permainan konsentrasi yang dipimpin oleh para relawan. Kegiatan kali ini pada akhirnya menarik perhatian beberapa orang ibu untuk datang ke madrasah sebagai lokasi GKM. Mula-mula hanya noong dari balik jendela. Namun setelah diajak ngobrol oleh Teh Rini, mereka akhirnya mau bergabung masuk ke dalam ruangan. Pada acara inti, sebagian ibu-ibu tersebut meraka ikut larut menikmati bacaan, ada juga yang membantu relawan, membimbing anak-anak yang belum lancar membaca. Kondisi ini tentu saja menjadi signal baik bagi suksesnya gerakan kampung membaca yang selama ini digelorakan oleh Komunitas Ngejah. Bukankah, ibu-ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya? Jika demikian, maka keterlibatan ibu-ibu untuk ikut membaca atau mau membimbing anak-anak yang belum lancar membaca adalah harapan akan terbitnya kesadaran pada jiwa ibu-ibu, bahwa membaca itu penting. Pada perkembangannnya, kuncup ini tentu saja harus terus dirawat, baik oleh ibu-ibu Kampung pasirwaja , maupun oleh para relawan Komunitas Ngejah. ***Ruli Lesmana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s