100.000 kaos untuk Gerakan Kampung Membaca

Posted on Updated on

HITAM PUTIH 22MENJUAL 100.000 kaos bagi kami bukan perkara enteng. Mungkin juga bagi yang lain. Tapi tentu bukan hal yang mustahil. Seperti juga sebuah pernyataan yang saya dengar dari seorang kakek tua yang berlindung dari deras hujan di saung komunitas ngejah, saung miliki kami, tempat beternak mimpi. Dalam sebuah percakapan yang saya lupa temanya, kakek tua itu berujar “Di dunia ini tak ada hal yang mustahil, kecuali menelan kepala sendiri” Entah kalimat itu memang hasil perenungannya, atau hasil menyadur dari buku atau mungkin juga ia dengar dari mulut orang lain? Entahlah? Saya tak tahu pasti. Yang pasti, kakek tua itu tak menyatakan bahwa menjual 100.000 kaos merupakan hal yang mustahil.

Terlepas dari pernyataan kakek tua tersebut, saya akan mencoba fokus, menyampaikan tentang penjulan 100.000 kaos untuk Gerakan Kampung Membaca.Bagaimana caranya agar target penjualan 100.000 kaos bisa tercapai? Hal pertama adalah berdoa. Kemudian hal yang tentu utama adalah bekerja. Mempromosikan kaos, baik di dunia nyata, pun di dunia maya. Bertemu dengan 100.000 orang calon pembeli di dunia nyata bagi kami tentu perkara yang susah, karena kami bukan tim sukses calon presiden. Maka saya berpikir salahsatunya cara yang paling memungkinkan adalah memanfaatkan keberadaan media sosial.

Bukan sebuah kebetulan jika saya melakukan promosi melalui media sosial bernama FB. Ya, FB merupakan media sosial yang paling akrab dengan kehidupan saya. Untuk melakukan promosi maka saya memilih menggunakan akun pribadi, pun akun Komunitas Ngejah. Tentu, dibantu oleh relawan yang lain. Tanpa sengaja ketika saya mau menulis status promosi dari akun FB Komunitas Ngejah, saya melihat  jumlah temannya hanya 1.736 orang. Jika ditambah dengan jumlah teman FB dari akun pribadi saya, jumlahnya tidak akan mungkin melebihi angka 6.500. Itu sudah termasuk akun teman-teman yang sudah jarang bahkan tidak aktif. Menyadari kenyataan ini, saya jadi berpikir jangankan menjual, target menemui 100.000 orang calon pembeli pun menjadi sangat kecil kemungkinannya, bahkan tertutup.

Lalu bagaimana agar 100.000 orang  calon pembeli mengetahui keberadaan kami yang sedang jualan kaos Gerakan Kampung Membaca? Satu-satunya cara yaitu dibutuhkan orang-orang yang mau terlibat, turun tangan mempromosikan secara gencar dari medsos ke medsos, dari mulut ke mulut, meski tanpa adanya permintaan langsung dari saya, pun teman-teman relawan Komunitas Ngejah. Dengan demikian, minimal kemungkinan 100.000 orang calon pembeli akan mengetahui, bahwa kami sedang jualan kaos. Sebetulnya, kalaupun tahap tersebut sudah dilakukan, itu baru sebatas bertemu dengan calon pembeli. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika target penjualan 100.000 kaos ingin tercapai? Yo ini dituntut keikhlasan kawan-kawan yang budiman, sebelum berbagi informasi tentang penjualan kaos ini alangkah baiknya jika memesan dan membeli terlebih dahulu. Itu juga kalau sedang punya uang. Kalau sedang bokek, yo jangan. Jangan merepotkan diri sendiri. Cukup share aja informasinya.

Sejak awal tulisan, saya belum menyentuh alasan kenapa saya dan kawan-kawan relawan di Komunitas Ngejah begitu gencar mempromosikan kaos Gerakan Kampung Membaca dan membuat target. Baiklah, saya akan perinci alasan dari belakang. Yakni terkait alasan membuat target. Pertama, agar saya dan kawan-kawan semangat untuk terus gencar mempromosikan. Kedua, target tersebut adalah salahsatu upaya merealisasikan mimpi kami untuk memiliki kendaraan operasional berupa mobil adventure. Mobil yang akhir-akhir ini hidup dalam imajinasi. Mobil yang kemudian bisa mengantarkan kami ke banyak kampung terpencil untuk melaksanakan Gerakan Kampung Membaca. Jika saya tidak salah hitung, andai 100.000 kaos terjual maka uang 1.000.000.000 akan menjadi milik kami, sebagai keuntungan dari penjualan kaos. Itu dengan perhitungan keuntungan 10.000 untuk 1 PCS kaos. Jika target meleset bagaimana? Yo tidak apa-apa, bukankah hidup itu kata nenek saya juga hanya sekedar BABALEDOGAN. Sama halnya dengan melempar buah, bisa kena, bisa enggak. Kalaupun sangat jauh dari target, yo tidak apa-apa juga yang penting kami sudah berusaha.Di luar target penjualan 100.000 Gerakan Kampung Membaca, penjualan kaos ini kami pilih sebagai gerbang menuju usaha-usaha lainnya yang halal dan tidak megikat, tentunya. Setelah 6 tahun berjalan, saya bersama teman-teman di Komunitas Ngejah, semakin sadar bahwa napas gerakan akan berhenti jika kami tertumpu mengandalkan dana operasional swadaya pengurus yang hanya seadanya. Beruntung jika gerakan ini mati namun sudah ada gerakan serupa yang dilakukan oleh pihak lain, jika tidak? maka bisa saja masyarakat terutama anak-anak yang sudah mulai memilki kecintaan terhadap dunia baca  kembali luntur minat bacanya. Atau mungkin ada dampak-dampak lain, jika gerakan ini benar-benar mati. Sebetulnya, ya tidak apa-apa juga kalau memang gerakan ini harus mati. Dunia tidak akan tiba-tiba kiamat ko! Kampung kami tidak akan berubah suasananya, seketika. Kembali pada pertanyaan kenapa kami jualan kaos? Simpulnya adalah: Pertama, melatih jiwa wirausaha pada anak-anak muda relawan Komunitas Ngejah. Kedua,  Membuka gerbang usaha komunitas yang pada perkembangannya akan digunakan untuk dana operasional menambah usia gerakan. Tiga, jika kaos Gerakan Kampung Membaca ini dipakai banyak orang, kami berharap akan banyak pula orang/parapihak yang tergerak membangun gerakan serupa. Karena gerakan literasi yang di dalamnya terkait kampanye menumbuhkan budaya baca. Dalam hal ini, saya pikir butuh iuran pemikiran, tenaga, bahkan dana dari banyak orang. Kenapa demikian? Fakta mencengangkan sekaligus memprihatinkan diungkap oleh Most Literate Nations in the World, yang kemudian diterbitkan Central Connecticut State University. Bahwasannya, tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia berada di urutan ke-60 dari total 61 negara. Indonesia hanya lebih baik dari Botswana, salahsatu negara di Afrika.

Ah… sudahlah! Penjualan 100.000 kaos untuk Gerakan Kampung Membaca ini terlepas dari kenyataan bahwa negara kita terpuruk dalam hal budaya baca tulis, karena belum tentu juga apa yang kami lakukan dapat merubah kondisi tersebut. Ini hanya langkah kecil.

Oiya, alasan lain dari penjualan 100.000 kaos untuk Gerakan Kampung Membaca adalah cara kami membuka ruang yang lebih luas kepada khalayak, membiarkan parapihak menyuntikan energi ke dalam tubuh kami. Karena senyatanya, dengan membeli kaos Gerakan Kampung Membaca, Tuan dan Puan selain akan memiliki kaosnya, secara tidak langsung telah terlibat dalam gerakan, mendukung apa yang kami lakukan.

Aha… Dan ini tidak kalah penting dari sebuah promosi, yakni KUALITAS. Insya Alloh kaos yang kami jual tidak akan jauh beda dari kualitas yang dijual di mall, tentu dibandingkan dengan harga yang sama.

Bergerak dan berusaha, urusan hasil itu nomor seratus juta. Harapan akan selalu ada jika kita fokus. Sebagaimana sebuah pepatah arab mengatakan man jadda wajada yang berarti barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat.
Terakhir saya ucapkan terimakasih kepada Tuan dan Puan yang akan dan sudah memesan, terimakasih kepada yang sudah ikut membagikan informasi ini, terimakasih juga kepada teman-teman yang sudah mendoakan.

BIRU PUTIH 22

————————————————————————–
Kepada kawan-kawan yang merasa sudah memesan kaos dan mau mentransfer uang pembayaran, kirim melalui NOMOR REKENING 4468-01-000142-50-7 BANK BRI atas NAMA Roni Nuroni (Relawan sekaligus Pengurus Komunitas Ngejah). Bukti pembayaran dikirim melalui inbok FB Komunitas Ngejah. Sertakan alamat lengkap, ukuran, keterangan tangan panjang atau tangan 3/4. Harga kaos @100.000 (tangan 3/4) 105.000 (tangan panjang).
Kepada kawan-kawan lainnya, yang berminat memesan silahkan tulis pada kolom komentar status FB Komunitas Ngejah.

Pengiriman kaos untuk para pemesan tahap pertama, insyaalloh akan kami lakukan mulai tanggal 27 Mei 2016.

Nuhun…
Salam literasi…

NTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s