Pengalamanku Terbang Ke Palu

Posted on

sifaHai kawan… Namaku Syifa Siti Rahmawati. Teman-teman sepermainan, memanggilku Syifa. Aku sekarang duduk di bangku kelas VI, MI Riyadlul Huda. Selain sekolah dan mengaji, kegiatan sehari-hariku disibukkan dengan membantu orang tua serta bermain dengan teman. Tempat aku bermain tidak jauh dari rumah. Mau tahu tempatku bermain? Tempatku bermain dipenuhi dengan buku. Tempatku bermain tak lain adalah Saung Komunitas Ngejah. Di Saung Komunitas Ngejah, hampir saban hari aku membaca buku baru. Oiya, selain saung Komunitas Ngejah berdempetan dengan rumahku, pemilikinya adalah Kakek dan Nenekku, sementara pengelolanya adalah paman-pamanku bersama teman-temanya. Semua pamanku juga sering baca buku. Kata Mang Opik: Membaca buku itu, selain menambah pengetahuan, bisa juga menumbuhkan mimpi.

Tentang keberangkatanku ke Palu, begini ceritanya. Suatu hari, awal bulan Oktober Mang Opik memberitahukan bahwa akan ada satu orang anggota dan satu orang relawan Komunitas Ngejah yang ditugaskan mewakili Jawa Barat untuk mengikuti lomba pada Festival Literasi Nasional di Palu. Kriteria anggota, selain harus rajin baca buku, umurnya harus berkisar antara 12-15 tahun. Aku ingat, umurku sudah lebih dari 12 tahun. “Ah, semoga aku yang dipilih” begitu doa dalam hatiku. Setelah Mang Opik rapat dengan teman-temannya (para relawan di Saung Komunitas Ngejah), beliau memanggilku dan menyatakan bahwa aku yang diutus mewakili ke Palu. Sementara relawan diwakili oleh Mang Budi. Alahmdulillah, aku senang. Aku bahagia sekali. Aku sangat bahagia diberi kesempatan untuk mewakili Jawa Barat mengikuti perlombaan di acara Festival Literasi. Aku ditunjuk untuk menjadi peserta lomba membaca teks naratif. Lima belas hari sebelum berangkat, aku belajar untuk lomba ke Palu. Aku membaca buku-buku di Komunitas Ngejah mulai dari buku dongeng, buku bergambar, sampai buku legenda. Aku dibimbing oleh Mang Opik, Mang Budi serta oleh Relawan Komunitas Ngejah yang lainnya.

Setiap hari aku selalu memanfaatkan waktu untuk latihan, membaca berulang-ulang banyak legenda, merangkum cerita rakyat dan menceritakan kembali ke teman-teman di Komunitas Ngejah. Tak terasa seminggu sebelum berangkat, aku diberitahu ternyata aku tidak jadi mengikuti lomba meringkas buku, tetapi lomba membaca cerita. Aku disuruh memilih cerita yang aku suka, aku pun memilih cerita rakyat tentang Bengkarung Terperdaya. Cerita rakyat itu berasal dari Minangkabau.

Hari yang dinanti telah tiba, akhirnya aku bersiap-siap untuk berangkat ke Palu. Aku membawa beberapa baju, kerudung, satu buku cerita Paman Gober, dan perbekalan secukupnya. Aku meminta izin kepada orang tuaku, meminta doa pada keluarga, dan meminta dukungan pada teman-temanku.

Pukul 12.30 WIB, aku berangkat bersama Mang Budi. Kami berdua mengendarai motor ke Bandung. Perjalanan dari Sukawangi ke Bandung menghabiskan waktu lima jam setengah. Sampailah kami di Rumah Baca Taman Sekar binaan Kang Bojes. Kami langsung sholat magrib dan kami beristirahat. Kata Mang Budi, perwakilan Jawa Barat itu ada empat orang, dua orang dari Komunitas Ngejah yaitu aku dan Mang Budi, dua orang lagi dari Rumah Baca Taman Sekar, yang kemudian ku ketahui diwakili oleh Kang Bojes dan Andit.

Keesokan harinya kami (aku, Mang Budi & Kang Bojes) langsung menuju Bandara Husain Sastranegara. Kami berkumpul di Bandara, betemu dengan Andit, Mamahnya, dan Umi Kulsum dari Balai Bahasa Jawa Barat. Aku degdegan. Ini pengalaman pertamaku naik pesawat terbang lho. Setelah memeriksa tiket pesawat, satu persatu penumpang naik pesawat, termasuk aku. Duh degup jantungku semakin kencang, saat aku sudah duduk di atas kursi. Aku menarik napas dalam-dalam. Membuang rasa takut. Akhirnya pesawat Take Off, naik ke atas dan kemudian terbang. Kami terbang ke Palu tetapi Transit dulu di Makassar, yaitu di Banadara Sultan Hasanuddin. Selama tiga jam kami berada di pesawat. Sampai akhirnya tiba di di Bandara Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu. Nah teman-teman, ternyata naik pesawat itu membuat telinga berdengung. Kuranglebih begitu yang aku rasakan, waktu pesawat mau terbang dan mau landing atau mendarat. Rasa kaget karena suara gemuruh dari badan pesawat dan gesekan antara roda dan landasan udara waktu mendarat juga adalah hal yang tak bisa aku lupakan. Dari Bandara Palu, kami naik Taxi menuju hotel. Kami mendapat kamar di hotel Palu City. Nomor kamarku dan Mang Udi 101, di Lantai 1. Kami langsung istirahat untuk siap-siap di acara pembukaan pada malam hari.

Acara pembukaan dimulai, kami bertemu banyak orang yang merupakan peserta dan pembimbing lomba dari seluruh Indonesia. Di acara pembukaan, kami menonton drama khas Sulawesi Tengah dan bahasanya asli Sulawesi. Acara pembukaan selesai. Akhirnya, aku dan Mang Udi kembali ke hotel. Kami kemudian beeristirahat.

Akhirnya pagi pun tiba. Suasana pagi di Palu sangat panas dan cukup ramai kendaraan, jika dibandingkan dengan di Singajaya, kampung halamanku. Kami bersiap-siap menuju tempat perlombaan. Sebelum berangkat, kami sarapan terlebih dahulu. Di tempat sarapan kami bertemu dengan banyak orang yang juga peserta lomba teks naratif. Setelah itu, kami berangkat menuju tempat perlombaan. Sambil menunggu acara lomba dimulai, kami berfoto-foto dulu sambil menikmati suasana di Teluk Palu.

Saatnya lomba dimulai. Rasa degdegan kembali hadir. Setiap peserta mengisi registrasi, masing-masing peserta menduduki kursi yang telah disediakan. Satu persatu peserta yang mewakili provinsinya dipanggil maju ke depan. Peserta yang telah tampil untuk mengambil undian untuk peserta yang akan tampil berikutnya.

Setelah peserta dari Jambi, tibalah giliran peserta Jawa Barat. Waktu tampil, aku sangat grogi, tapi aku berusaha percaya diri “Bismillah… Bismillah… Bismilahirrohamnirrohim” aku baca dalam hatiku. Kurang lebih begitulah yang aku ingat dari nasihat Mang Nana guru Ngajiku. “Ucapkan bismillah saat akan memulai apapun” Begitu tuturnya. Aku tampil bersama Andit dari Rumah Baca Taman Sekar Bandung. Kami berdua mewakili Jawa Barat.

Keesokan harinya, kami kembali berlomba. Kali ini yaitu lomba drama yang diikuti oleh peserta dan pembimbing. Aku, Andit, Mang Budi dan Kang Bojes, tampil satu panggung. Kami memainkan naskah Dalem Boncel. Yang menjadi narator dalam drama ini yaitu Kang bojes,ia merangkap juga sebagai ibu dan bapak  sementara aku menjadi boncel,dan mang udi menjadi juragan dan andit menjadi sakdes. Inti cerita dari drama ini adalah, seorang anak yang benama Boncel mencari pekrejaan untuk membantu ekonomi keluarga. Kehidupan yang miskin, membuat ia harus melawan beratnya hidup. Dalam kisah ini juga diceritakan, Boncel gigih belajar membaca. Ia guru dari anak juragannya.

Selesai tampil, kami kembali duduk di bangku penonton. Menyimak satu persatu penampilan dari provinsi lain. Usai acara, kami pun pulang ke hotel. Kemudian kami bersiap-siap pulang ke rumah.

Keesokan harinya, kami pun dijemput oleh Umi Kulsum dan temannya di Palu. Kami diajak jalan-jalna mengelilingi Palu. Kami membeli oleh-oleh di toko Ratu oleh-oleh. Lalu kami mengunjungi Taman Nusantara dan kami menuju Jembatan Kuning. Kami pun meminum es kelapa muda selanjutnya menuju bandara Palu. Kami menunggu keberangkatan dan menikmati suasana bandara. Kami pulang dengan rute yang berbeda, langsung menuju bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Ditengah jalan, kami mendapati informasi bahwa kami memenangkan perlombaan yang kami ikuti. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat Juara III pada Lomba Membaca Teks Naratif. Kami pulang membawa kemenangan dengan gembira. Seperti tulisan yang kami lihat ketika berfoto bersama: Show Your Color. Tunjukkan Warnamu, tunjukkan karaktermu, dan mari kita bergembira. Berkarya bersama. Semoga tahun depan ada anggota Komunitas Ngejah yang lain yang memiliki kesempatan sepertiku. Salam Literasi!

Sukawangi – Palu – Sukawangi, 17-21 Oktober 2016

Syifa Siti Rahmawati (Ngejah Junior)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s