Komunitas Ngéjah

 

A. Latar Belakang

Berawal dari kepedulian terhadap kampung halaman, segelintir pemuda mencoba menghimpun diri dalam sebuah ikatan organisasi yang kemudian diberi nama Komunitas Ngejah. Komunitas Ngejah berdiri pada tanggal 15 Juli 2010 bertempat di kampung Sukawangi, desa Sukawangi, kecamatan Singajaya, kabupaten Garut. Pada mulanya, Komunitas Ngejah hanya diisi dengan kegiatan-kegiatan diskusi, berbincang mengenai kondisi kampung halaman serta sekelumit permasalahan di dalamnya. Kegelisahan demi kegelisahan yang lahir dari hasil diskusi sedikit demi sedikit melahirkan pemikiran yang bertolak pada upaya memajukan kampung halaman, baik dari sisi pendidikan, kebudayaan, keagamaan, perekonomian dan sendi kehidupan lainnya.

Sesuai hasil kesepakatan bersama, beberapa hal yang menjadi ladang garap pertama priorotas Komunitas Ngejah adalah berupaya menanamkan minat baca tulis, literasi media, melestarikan seni budaya daerah setempat, ekonomi mandiri bagi pemuda dan masyarakat sekitar, pembinaan keagamaan, serta pelestarian lingkungan hidup. Pemikiran ini bukan tanpa alasan, melainkan setelah melewati proses perenungan dan sharing bersama mengenai kondisi saat ini serta berabagai kemungkinan di masa yang akan datang. Pemetaan masalah mengenai prioritas ladang garap adalah sebagai berikut:

 1. Peningkatan Budaya Baca Tulis

Belakangan ini, melalui program wajar dikdas pemerintah terus melecut pembangunan pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan SMP sederajat. Hal ini menjadi pemicu berdirinya sekolah di berbagai daerah tak terkecuali di wilayah-wilayah pedesaan. Namun sejauh ini, perkembangan sekolah secara kuantitas di wilayah pedesaan belum berbanding lurus dengan tumbuh kembangnya minat baca tulis pada diri pelajar dan juga masyarakat sekitar. Banyak faktor yang memicu kondisi ini, selain minat baca tulis pada tiap individu yang masih lemah, sarana dan pra sarana terkait kegiatan tersebut masih sangat kurang. Perpustakaan, toko buku dan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan baca tulis masih sangat susah untuk ditemukan. Menyadari hal itu, dalam hal ini maka Komunitas Ngejah mencoba berupaya menghadirkan sebuah susasana gairah baca tulis melalui berbagai usaha sederhana, seperti mengumpulkan buku dari berbagai donatur dan buku pribadi pengurus Komunitas Ngejah yang selanjutnya disediakan untuk kebutuhan membaca para pelajar dan masyarakat sekitar, mengadakan diskusi dan kampanye mengenai kebutuhan kegiatan baca tulis, serta mengadakan kegiatan membaca bersama dan pelatihan menulis.

 2. Literasi media

Seiring sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan media semakin pesat. Tentunya, hal ini tidak hanya merasuk di wilayah perkotaan, namun juga berhembus di wilayah pedesaan, kemudian menjadi sebuah kemaslahatan bagi banyak umat dan tidak sedikit jua telah merenggut korban dari setiap lapisan masyarakat. Salahsatunya, berdampak pada kebangkrutan moral. Video porno, kecanduan game online adalah bukti-bukti kecil dari kekejaman teknologi media. Teknologi tidak bisa dinapikan, melainkan harus diterima dan dimanfaatkan dengan disertai norma dan etika dalam penggunaan dan pemanfaatannya. Kesadaran ini membangun pemikiran Komunitas Ngejah untuk melakukan pembinaan bagi pelajar, pemuda dan masyarakat umum terkait penggunaan dan pemanfaatan media dengan baik. Diantara bukti kongkrit usaha tersebut dilakukan dalam bentuk diskusi tentang dampak positif dan negatif televisi, pelatihan blog serta pelatihan internet sehat. Pada perkembangannya, melalui gerakan literasi media, diharapkan masyarakat akan memiliki kemampuan untuk mengakses media, menganalisis isi media sesuai dengan konteks, serta mampu menghasilkan informasi sendiri dalam berbagai bentuk dan jenis media.

 3. Pelestarian seni budaya

Dewasa ini, seiring perkembangan zaman arus globalisasi membawa dampak pada perkembangan seni budaya. Sebenarnya, perkembangan seni budaya modern yang diadaptasi dari seni budaya barat akan menjadi kekayaan tersendiri bagi seni budaya lokal. Namun sejauh ini menurut pengamatan Komunitas Ngejah, seni budaya barat sedikit demi sedikit merasuk pada kehidupan masyarakat, seiring perkembangannya hal ini terkadang berdampak pada tergerusnya seni budaya lokal. Hal ini membuka ruang pemikiran bagi Komunitas Ngejah guna berusaha  memelihara dan melestarikan seni budaya lokal setempat. Seiring pemikiran tersebut, Komunitas Ngejah mencoba melakukan diskusi dan kampanye tentang pentingnya merawat seni budaya lokal, baik dengan anggota, masyarakat dan komunitas-komunitas seni budaya lokal yang ada. Rencana ke depan, tindak lanjut dari kepedulian ini akan dikembangkan secara langsung dengan menyediakan alat dan pelatihan berbagai kesenian daerah.

 4. Ekonomi mandiri

Selain bergerak dalam bidang sosial, Komunitas Ngejah mencoba memikirkan kehidupan ekonomi para pengurus, atau minimal untuk dana operasioanl kegiatan. Hal ini untuk menopang keberlanjutan kegiatan komunitas serta untuk macu gairah anggota serta pengurus dalam berkegiatan. Beberapa rencana terkait pengembangan ekonomi mandiri yaitu berbentuk membuka studio photo, photo wedding,  penerbitan dan beberapa kegiatan ekonomi mandiri lainnya (belum terealisasi dengan optimal).

5. Pelastarian lingkungan hidup

Untuk membantu pemerintah terkait konsep pendidikan lingkungan hidup, dalam hal ini Komunitas Ngejah berencana membantu pelestarian lingkungan hidup dengan beberapa gerakan: (1) Melakukan pengadaan bahan bacaan tentang lingkungan hijau, (2) Menggelar diskusi tentang pentingnya menanam (3) Membentuk BELAJAR NYUMBANG OKSIGEN sebagai sub organ Komunitas Ngejah yang mencoba serius menjadi ruang belajar menanam pohon. Dalam hal ini, Komunitas Ngejah melakukan kerjasama dengan pemilik lahan untuk menggarap lahan yang tidak diurus, untuk ditanami pohon dan berbagai tanaman lainnya. Kedepan, Belajar Nyumbang Oksigen akan dikembangkan untuk ruang belajar pengadaan bibit tanaman dan berbagai aktivitas yang mendukung lahirnya generasi yang peduli terhadap lingkungan.

 B. Slogan Komunitas

“Hirup, Hurip keur Balarea”

Belajar Berbagi, Belajar Berkarya, Belajar Bersama

 C. Sekretatiat

Kp. Sukawangi RT.01 RW.01 Ds. Sukawangi Kec. Singajaya Kab. Garut (44173) No. HP. 081323460864 email. gerimisculamega@yahoo.co.id

 D. Visi Misi

Visi:

Komunitas Ngejah sebagai salahsatu wahana inkubator pendidikan alternatif berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal.

Misi:

  1. Terciptanya masyarakat informatif yang selaras dengan niali-nilai kearifan lokal
  2. Terciptanya masyarakat literat di lingkungan wilayah Singajaya dan sekitarnya
  3. Terciptanya keselarasan lingkungan masyarakat dengan kepekaan sosial guna melahirkan lingkungan sosial yang harmonis

 

OPIK

Pendiri Komunitas Ngejah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s